Teknologi

Odinn Pamer Infinity Cube: Komputer AI Super 14 Kaki Berisi 86TB RAM dan 224 GPU Nvidia B200

Startup teknologi asal California, Odinn, memperkenalkan konsep Infinity Cube di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026. Perangkat ini dirancang untuk mengintegrasikan komputasi kelas pusat data ke dalam struktur visual yang ringkas, dengan kemampuan menampung hingga 86TB RAM DDR5 dan 224 unit GPU Nvidia HGX B200.

Infinity Cube merupakan klaster AI berukuran 14 kaki x 14 kaki yang mampu menggabungkan beberapa superkomputer AI Odinn Omnia dalam satu wadah kaca. Konsep ini bertujuan untuk ‘mempercantik’ pusat data dengan desain yang lebih estetik dan terintegrasi.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Spesifikasi dan Skalabilitas Ekstrem

Odinn mengklaim bahwa Infinity Cube menekankan kepadatan komponen ekstrem daripada peningkatan efisiensi bertahap. Konfigurasi inti yang sepenuhnya dapat disesuaikan memungkinkan Cube untuk ditingkatkan hingga 56 prosesor AMD EPYC 9845, dengan total 8960 inti CPU.

Untuk kapasitas GPU, perangkat ini dapat menampung hingga 224 unit Nvidia HGX B200, yang dipasangkan dengan total VRAM gabungan sebesar 43TB. Mureks mencatat bahwa angka-angka ini menunjukkan kebutuhan interkoneksi internal dan distribusi daya yang sangat besar, detailnya belum diungkapkan secara publik oleh perusahaan.

Kapasitas memori mencapai 86TB DDR5 ECC registered RAM, sementara penyimpanan NVMe di dalam kubus mencapai 27.5PB yang sangat besar.

Sistem ini menggunakan pendingin cair, dengan setiap unit Omnia mengelola kebutuhan termalnya sendiri tanpa infrastruktur eksternal bersama. Desain ini menghindari ketergantungan pada lantai yang ditinggikan atau sistem pendingin terpusat, setidaknya secara teori.

Perangkat Lunak dan Target Pengguna

Infinity Cube mengandalkan lapisan perangkat lunak berpemilik yang disebut NeuroEdge untuk mengoordinasikan beban kerja di seluruh klaster. Perangkat lunak ini terintegrasi dengan ekosistem perangkat lunak AI Nvidia dan kerangka kerja umum, menangani penjadwalan dan penerapan secara otomatis.

Abstraksi ini bertujuan untuk mengurangi kebutuhan penyesuaian manual, meskipun juga menempatkan ketergantungan operasional pada kematangan perangkat lunak Odinn. Perusahaan menyatakan bahwa Infinity Cube cocok untuk organisasi dengan persyaratan privasi, keamanan, atau latensi yang ketat, yang tidak memungkinkan ketergantungan pada komputasi awan.

Tantangan dan Prospek Implementasi

Meskipun menempatkan infrastruktur lebih dekat ke beban kerja dapat mengurangi penundaan jaringan, hal ini juga menggeser tanggung jawab untuk waktu operasional, pemeliharaan, dan manajemen siklus hidup kembali ke pemilik. Ide untuk menyajikan perangkat keras pusat data dalam wadah kaca yang ringkas mungkin menarik secara estetika.

Namun, pertukaran praktis antara kepadatan, aksesibilitas, dan ketahanan masih belum terselesaikan tanpa bukti implementasi di dunia nyata.

Mureks