Larian Studios, pengembang di balik gim peran populer Baldur’s Gate 3, menyampaikan penyesalan terkait pengembangan karakter pendamping Wyll. Karakter yang dikenal sebagai Blade of Frontiers ini dinilai belum memiliki alur cerita yang memuaskan, bahkan oleh tim pengembangnya sendiri.
Pengakuan ini muncul dalam sesi Ask Me Anything (AMA) di Reddit pada Jumat, 9 Januari 2026, ketika seorang pemain menanyakan mengapa Wyll tidak mendapatkan perhatian yang sama dengan karakter lain. Pemain tersebut merasa alur cerita Wyll selalu “di ambang menjadi hebat dan menarik, tetapi pada akhirnya ia tidak memiliki dan terus tidak memiliki agensi nyata dalam cerita, karena semua misinya disubversi untuk karakter lain.”
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Pengakuan Penulis Senior Larian Studios
Menanggapi pertanyaan tersebut, Penulis Senior Larian Studios, Kevin VanOrd, mengungkapkan harapannya agar Wyll mendapatkan lebih banyak konten dan alur cerita yang lebih memuaskan. “Saya berharap Wyll mendapatkan lebih banyak konten dan alur cerita yang lebih memuaskan juga,” ujar VanOrd.
VanOrd menjelaskan bahwa tantangan dalam pengembangan Wyll bermula dari rekrutmen awal di Early Access dan misi pertamanya yang tidak berjalan sesuai harapan. “Seperti yang mungkin Anda tahu, kami tidak terhubung dengan rekrutmen Early Access Wyll dan misi awalnya, jadi kami memulai dari awal pada saat sebagian besar cerita pendamping lainnya sudah cukup solid,” kenangnya.
Beberapa keputusan penting untuk Wyll juga datang terlambat dalam proses pengembangan. Bahkan, sebuah situasi krusial di dekat Baldur’s Gate, yakni Red War College, yang seharusnya melibatkan Wyll secara mendalam, terpaksa dipotong. “Itu berarti kembali ke papan gambar lagi,” tambahnya.
Kendala Kesehatan dan Pembagian Alur Cerita
Proses pengembangan Wyll semakin terhambat ketika VanOrd jatuh sakit secara tak terduga dan harus absen cukup lama dari kantor, termasuk setelah rilis epilog gim. Ini berdampak pada jumlah konten yang bisa ia kerjakan untuk Wyll.
VanOrd juga menyebutkan bahwa ide Ansur’s Lair, yang menghubungkan Wyll dengan Wyrmway, berasal dari Swen (CEO Larian Studios). Namun, karena keterbatasan sumber daya, ia hanya bisa mengembangkan bagian tersebut menjadi pertarungan bos dungeon.
“Konten Wyll lebih jarang dari yang saya inginkan sebagai hasilnya,” aku VanOrd. Ia juga menyoroti pembagian cerita Wyll menjadi dua alur utama, yaitu kisah Mizora dan kisah Duke Ravengard, yang menurutnya mungkin merupakan sebuah kesalahan. “Saya juga berharap bisa memberinya titik akhir yang lebih kuat – selalu mengganggu saya bahwa ia bisa berakhir seperti saat ia memulai, sebagai Blade of Frontiers, tanpa perbedaan yang berarti,” imbuhnya.
Meskipun demikian, VanOrd menyatakan kebanggaannya terhadap karakter Wyll. “Semua itu dikatakan, saya mencintai Blade dan saya sangat bangga padanya, ketulusannya, sifat baiknya, dan kepahlawanannya yang bersemangat. Saya benar-benar menyesal tidak memberi Anda waktu berkualitas lebih banyak dengannya,” tutupnya.
Fokus Larian pada Hubungan Antar Karakter di Masa Depan
Dalam kesempatan yang sama, VanOrd juga mengungkapkan area yang ingin ia tingkatkan dalam penulisan gim Divinity berikutnya, terutama terkait “hubungan antar pendamping.” Ia berharap ada lebih banyak interaksi antar karakter, tidak hanya melalui dialog, tetapi juga pengembangan hubungan yang lebih dalam satu sama lain, layaknya hubungan mereka dengan pemain.
Selain itu, Larian Studios berencana untuk mengembangkan persahabatan dan romansa pemain secara lebih halus, sehingga pembangunan hubungan terasa lebih alami. Hal ini penting mengingat Wyll sendiri sering menjadi pilihan romansa bagi banyak pemain, bahkan setelah beberapa perbaikan bug terkait interaksi romantis.
Catatan Mureks menunjukkan, komitmen Larian untuk memperbaiki aspek narasi dan interaksi karakter ini diharapkan dapat membawa pengalaman yang lebih mendalam di proyek mereka selanjutnya. Penggemar Baldur’s Gate 3 dan seri Divinity tentu menantikan inovasi ini, berharap tidak ada lagi karakter yang mengalami “perlakuan Wyll” di masa mendatang.





