Hiburan

Mouse Gaming Turtle Beach Burst 2 Pro Buktikan Kenyamanan Palm Grip Tak Halangi Performa Juara

Mouse gaming Turtle Beach Burst 2 Pro hadir sebagai pilihan menarik bagi para gamer yang mengutamakan kenyamanan tanpa mengorbankan kecepatan kompetitif. Meski dibanderol dengan harga sekitar $139.99 / £119.99, mouse ini menawarkan fitur, sensasi, dan performa sensor yang setara dengan produk flagship yang lebih mahal.

Keunggulan utama Burst 2 Pro terletak pada faktor bentuknya yang dirancang khusus untuk gaya genggaman palm grip yang lebih santai. Ini menjadi pembeda signifikan di tengah dominasi mouse gaming yang seringkali menargetkan fingertip grip untuk arena esports profesional.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Desain dan Ergonomi yang Nyaman

Desain Turtle Beach Burst 2 Pro tidak jauh berbeda dari lini produk sebelumnya. Mouse ini memiliki bentuk yang lebar, menyediakan ruang yang cukup untuk genggaman palm grip yang nyaman. Lapisan soft-touch pada permukaannya memberikan sensasi halus dan taktil saat digenggam.

Bentuknya yang menyerupai buah pir memungkinkan pengguna mempertahankan kontrol bagian atas mouse dengan mudah, hanya dengan ibu jari dan jari kelingking. Bagian dasar tangan juga mendapatkan dukungan baik dari bentuk kubah yang cukup tinggi. Namun, bentuk ini sedikit membatasi gerakan yang lebih halus, terutama saat mencoba menyempurnakan bidikan dengan gerakan kecil.

Desain ini sangat cocok bagi pengguna yang menggerakkan mouse terutama dengan jari telunjuk dan ibu jari, bukan mereka yang menggunakan jari-jari kecil untuk gerakan diskrit. Ini adalah mouse yang ideal untuk pengguna palm grip dan claw grip. Jika tidak, jari-jari akan merasakan terlalu banyak tekanan.

Secara estetika, Burst 2 Pro terlihat lebih padat dibandingkan kebanyakan mouse gaming lainnya. Mouse ini lebih kecil dari Glorious Model O 3 Wireless yang terkesan besar, dan terlihat jauh lebih ramping. Dengan gradien yang lebih curam ke arah depan dan pelebaran yang ditekankan ke belakang, mouse ini menawarkan kemiringan yang lebih nyaman dibandingkan desain Glorious yang datar.

Meskipun demikian, mouse ini terasa lebih tebal dibandingkan Corsair Sabre Pro V2 Ultralight yang sangat ringan, sehingga kurang memberikan kesan ramping. Konstruksinya terasa cukup baik, namun Mureks mencatat bahwa ada suara “kresek” yang cukup terasa dari sisi dan bagian belakang punuk utama saat diberikan tekanan. Meski begitu, tidak ada suara berderak pada klik utama, dan roda gulir terasa kokoh seperti saat pertama kali dibuka.

Dengan berat 57g, Burst 2 Pro memang belum seringan mouse Corsair yang mencapai 36g. Namun, Turtle Beach telah berhasil menjaga angka ini tetap rendah untuk bodi yang cukup tebal. Hal ini terbantu oleh bagian bawah yang sebagian besar berongga, mengurangi beberapa gram berat. Sensasi genggamannya mirip dengan Razer Deathadder V4 Pro, dengan distribusi berat yang seimbang dan tanpa hambatan dari bagian belakang yang lebih besar.

Kontrol dan Perangkat Lunak

Mouse ini dilengkapi dengan enam tombol, termasuk dua tombol samping yang menemani klik utama dan roda gulir yang dapat ditekan. Tombol penggeser DPI juga terletak di bagian atas mouse, namun posisinya terlalu jauh ke depan sehingga hampir mustahil untuk dijangkau saat bermain game. Meski demikian, posisi ini lebih baik daripada penempatan di bagian bawah seperti pada beberapa mouse Razer.

Roda gulir terasa memiliki lekukan yang baik dengan ketegangan yang pas, menghindari putaran yang tidak disengaja namun tetap responsif dalam game. Tidak ada fitur canggih seperti gerakan samping, hanya sistem lekukan sederhana. Namun, roda gulir ini terasa nyaman, tidak berdecit, dan memiliki aksi yang baik secara keseluruhan. Tim redaksi Mureks sempat kesulitan saat menggunakannya untuk pemilihan senjata karena lekukannya yang lebih lembut dari kebiasaan, yang terkadang menyebabkan kesalahan.

Meskipun banyak merek beralih ke alat konfigurasi berbasis web yang lebih ringan, Turtle Beach Burst 2 Pro masih memerlukan instalasi perangkat lunak Swarm versi lengkap. Namun, ini adalah Swarm 2, yang jauh lebih baik dari versi aslinya. Semua fungsi berjalan sebagaimana mestinya, dengan sistem keybinding sederhana yang dipetakan ke gambar virtual mouse dan perekaman makro yang mudah. Kustomisasi yang lebih mendalam dilakukan di layar terpisah, dengan segala sesuatu mulai dari jarak angkat (lift-off distance) hingga penyetelan sudut (angle tuning) tersedia melalui panel individual. Perangkat lunak ini ringan, bebas iklan, dan tidak pernah gagal atau memakan terlalu banyak CPU selama pengujian. Swarm 2 juga menyediakan indikator baterai yang solid, yang tidak selalu ditemukan pada merek lain.

Konektivitas dan Daya Tahan Baterai

Turtle Beach Burst 2 Pro menawarkan polling rate nirkabel dan berkabel 8.000Hz. Fitur ini mungkin lebih terasa seperti “centang kotak” daripada prioritas utama bagi kebanyakan pengguna. Pemain ultra-kompetitif mungkin merasakan perbedaannya, tetapi bagi sebagian besar gamer, perbedaan ini tidak akan terlalu kentara, dan terasa kurang pas dengan bentuk Burst 2 Pro yang lebih tebal.

Untungnya, Turtle Beach tidak sepenuhnya fokus pada koneksi untuk para elit esports. Mouse ini masih dilengkapi dengan koneksi Bluetooth yang serbaguna, serta receiver USB-A 2.4GHz sederhana untuk koneksi yang lebih cepat. Mode koneksi dipilih melalui tombol geser di bagian bawah. Perpindahan antara 2.4GHz dan Bluetooth antar perangkat terasa cukup mudah.

Turtle Beach mengklaim daya tahan baterai hingga 150 jam. Angka ini tidak diragukan setelah beberapa minggu pengujian. Selama periode tersebut, mouse hanya perlu diisi ulang satu atau dua kali. Dalam penggunaan normal untuk bekerja dan bermain, dengan rata-rata 53 jam per minggu, pengisian ulang hanya dilakukan sekali. Daya tahan ini memang sedikit menurun dengan polling rate yang lebih tinggi, tetapi sebagian besar pengujian dilakukan pada 1.000Hz dengan 4.000Hz sebagai cadangan.

Mouse ini tidak memiliki fitur hot-swappability seperti beberapa mouse Glorious terbaru. Namun, dengan baterai yang lebih besar, fitur tersebut tidak terlalu dibutuhkan. Faktanya, satu-satunya mouse lain yang mencapai batas daya yang sama dengan Burst 2 Pro adalah Razer DeathAdder V4 Pro, yang merupakan mouse gaming nirkabel dengan daya tahan baterai terbaik yang pernah diuji.

Sensor dan Sakelar

Sensor Owl-Eye kembali hadir, dengan 30.000 DPI dan kecepatan pelacakan 750 IPS. Ini adalah spesifikasi standar yang solid, meskipun tidak setinggi Razer Focus Pro atau Logitech Hero 2 (yang terbaru ada di G Pro X Superlight 2c). Pelacakan tetap stabil dan akurat baik di permukaan kain maupun keras, tanpa ada stuttering yang terlihat selama gerakan cepat. Namun, daya tampaknya dialihkan saat baterai mouse rendah. Tim redaksi Mureks memperhatikan adanya lebih banyak “guncangan” saat persentase baterai rendah dibandingkan perangkat lain.

Ada juga fitur sensor tambahan yang kuat untuk digali. Ini seringkali menjadi keunggulan mouse flagship premium, dengan mouse Razer menawarkan pilihan fitur sensor terbaik. Turtle Beach semakin mendekat, dengan jarak angkat (lift-off distance) yang mencakup 0.7mm, 1mm, dan 2mm, serta angle snapping dan motion sync yang dapat disetel dengan halus.

Ini adalah salah satu dari sedikit mouse gaming yang diuji dengan klik utama yang lebih lembut daripada tombol samping. Hal ini cukup aneh, karena biasanya keluhan ada pada tombol samping yang terasa terlalu lembek. Namun, tim redaksi Mureks terkejut saat pertama kali menguji sakelar optik ini. Mereka cepat dan nyaman, tetapi klik utama terasa sedikit terlalu empuk untuk benar-benar memberikan sensasi taktil, sementara tombol samping memiliki respons yang lebih tradisional. Hal ini tidak terlalu memengaruhi permainan, namun jika Anda lebih menyukai klik yang lebih tajam, Logitech G Pro X Superlight adalah pilihan yang lebih baik.

Kesimpulan: Layak Dibeli?

Turtle Beach Burst 2 Pro memiliki banyak keunggulan: daya tahan baterai yang solid, bobot rendah, bentuk yang nyaman, dan sensor yang andal dengan banyak fitur tambahan. Mouse ini cepat namun nyaman, ringan namun sangat mudah dikendalikan, dan menawarkan beberapa fitur perangkat lunak yang tidak akan Anda temukan pada rentang harga yang lebih rendah.

Mouse ini premium, tetapi tidak semahal produk flagship dari Logitech dan Razer. Memang, harganya tidak semurah mouse lain yang menawarkan fitur serupa. Namun, jika Anda mencari posisi tangan yang lebih santai sambil tetap mempertahankan kecepatan internal mouse yang berorientasi FPS, ini adalah rekomendasi yang mudah. Namun, mengingat NZXT Lift Elite menawarkan bentuk serupa dengan beberapa pengorbanan kecil di departemen sensor hanya dengan $79.99 / £79.99, ada baiknya untuk mengkonsolidasikan kebutuhan Anda terlebih dahulu.

Jika Anda mencari sensasi lembut dengan kecerdasan sensor yang mampu mengimbangi permainan cepat, ini adalah rekomendasi yang mudah. Namun, mouse ini bukanlah solusi satu ukuran untuk semua.

Bagaimana Turtle Beach Burst 2 Pro Diuji

Mouse gaming Turtle Beach Burst 2 Pro digunakan secara eksklusif selama empat minggu sebagai perangkat harian untuk bekerja dan bermain. Selama periode tersebut, pengujian utama dilakukan pada permainan Doom: The Dark Ages, Planet Coaster, dan Clair Obscur: Expedition 33. Mouse ini juga diuji coba secara intensif di Apex Legends dan CS:2 selama sesi pengujian yang lebih terfokus.

Mureks