Mantan manajer Manchester United, Jose Mourinho, angkat bicara mengenai pemecatan Ruben Amorim dari kursi kepelatihan Setan Merah. Mourinho meyakini bahwa hanya Amorim yang benar-benar memahami alasan di balik keputusan tersebut, sembari merefleksikan kepergiannya sendiri dari Old Trafford.
Amorim dipecat oleh Manchester United pada Senin, 5 Januari 2026, dan klub kini tengah mencari penggantinya. Mourinho, yang juga pernah menukangi United dan merupakan rekan senegara Amorim, diminta media Portugal untuk memberikan pandangannya.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Mourinho: Hanya Amorim yang Paham
Mourinho memilih untuk berhati-hati dalam komentarnya, bersikeras bahwa Amorim harus menganalisis alasan pemecatannya secara tertutup. “Apa yang terjadi dengan Ruben adalah sesuatu yang hanya bisa dianalisis oleh Ruben. Saya yakin dia akan melakukannya, dia dan stafnya. Apakah dia akan melakukannya dengan Anda dan mempublikasikan pandangannya, itu saya tidak tahu,” ujar Mourinho.
Ketika ditanya apakah pemecatan Amorim akan berdampak negatif pada prospek kerja manajer Portugal lainnya, Mourinho menepis anggapan tersebut. “Saya tidak mengerti mengapa itu akan terjadi, tetapi setiap pelatih akan menjawab untuk dirinya sendiri. Bagi saya, tidak, saya tidak merasakannya seperti itu,” tambahnya.
Refleksi Mourinho tentang Pemecatannya Sendiri
Mourinho juga merenungkan pemecatannya sendiri dari United. Ia berhasil membawa klub meraih gelar Liga Europa pada 2017 dan finis di posisi kedua Liga Primer. “Karier saya di Manchester United, saya tahu betul. Saya juga tahu alasan mengapa saya akhirnya pergi,” kata Mourinho.
Ia selalu memilih untuk tidak berkomentar lebih lanjut setelah meninggalkan sebuah klub. “Tapi seperti yang selalu saya lakukan, atau coba lakukan, ketika saya meninggalkan klub, saya menutup pintu dan kemudian saya tidak berkomentar. Saya tidak menganalisis secara eksternal apa yang terjadi. Sebuah pintu tertutup dan pintu lain akan terbuka. Itulah yang terjadi ketika saya pergi. Sejarah tetap ada di sana, angka-angka tetap ada di sana, tiga medali pulang ke rumah dan itu saja,” jelasnya.
Setelah meninggalkan United, Mourinho melatih Tottenham, AS Roma, dan Fenerbahce, sebelum kini menukangi Benfica.
Mourinho Klaim Selamatkan United dari ‘Krisis’
Mourinho sebelumnya mengklaim bahwa ia adalah manajer yang berhasil menarik United keluar dari “krisis” pasca-kepergian Sir Alex Ferguson dan David Gill. “Momen kritisnya adalah ketika Sir Alex dan David Gill pergi. David Moyes masuk, bukan saya, tetapi saya menjelaskan ceritanya dengan lebih baik dalam film dokumenter Netflix saya. Ketika saya tiba, klub masih hidup dalam krisis itu,” ungkapnya.
Ia membandingkan situasinya dengan Amorim. “Kami memenangkan trofi dan kami finis kedua. Saya membicarakan hal ini untuk mengatakan bahwa, tetap saja, itu tidak cukup bagi saya untuk memiliki stabilitas dan kesinambungan. Hari ini, dengan kepemilikan baru di klub, dan saya melihat apa yang terjadi dengan Ruben — mengalami musim Liga Primer terburuk Manchester United, namun masih memiliki kepercayaan untuk melanjutkan, kepercayaan untuk terus menjadi dirinya sendiri dengan idenya sendiri… Saya pikir itu pertanda bahwa ada banyak perubahan di dalam klub,” papar Mourinho.
“Saya pikir kita semua setuju dia adalah pelatih dengan potensi dan karakter yang hebat. Dengan stabilitas, saya pikir dia memiliki potensi luar biasa di tangan untuk melakukan pekerjaan hebat di Manchester United,” tambahnya.
Apa Selanjutnya untuk Manchester United?
Pantauan Mureks, Manchester United kini tengah mempertimbangkan penunjukan Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih sementara hingga akhir musim.
Ole Gunnar Solskjaer sebelumnya pernah menyatakan kebahagiaannya menjadi manajer United, meskipun mengakui tekanan besar yang menyertainya. “Saya merasa diistimewakan menjadi manajer Manchester United, tetapi tentu saja tidak sama dengan bermain. Sebagai pemain, Anda hanya melakukan pekerjaan Anda. Tiba-tiba sekarang Anda menjadi manajer, Anda adalah wajah semua orang. Anda memikirkan semua pendukung, pemain, segala sesuatu di sekitar Manchester United,” kata Solskjaer.
Ia menambahkan, “Tapi tekanan itu adalah hak istimewa karena saya diizinkan melakukan itu dan saya diizinkan menanganinya dengan cara saya. Dan itu berarti memiliki staf hebat di sekitar kami, lingkungan di dalam dan sekitar klub yang sangat positif. Tetapi pada akhirnya, tidak masalah jika Anda menikmati datang bekerja setiap hari, sesi latihan… Anda butuh hasil dan sayangnya kami mengalami masa buruk selama enam minggu dan itu terlalu lama di klub seperti Manchester United dan mereka melakukan perubahan, yang mana itu wajar.”






