Olahraga

Tottenham Hotspur Berduka: Martin Chivers, ‘Rolls-Royce’ Lini Depan, Berpulang di Usia 80 Tahun

Dunia sepak bola Inggris kembali berduka. Tottenham Hotspur mengonfirmasi bahwa penyerang legendaris mereka, Martin Chivers, telah meninggal dunia pada usia 80 tahun, Rabu (7/1/2026). Sosok yang akrab disapa “Big Chiv” ini bukan hanya seorang pencetak gol ulung, melainkan juga simbol kejayaan The Lilywhites di era 1970-an.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, para pemain Spurs mengenakan ban lengan hitam dalam laga Liga Primer Inggris melawan Bournemouth. Kepergian Chivers meninggalkan warisan statistik yang mentereng dan kenangan akan gaya bermainnya yang elegan namun mematikan.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Sang ‘Rolls-Royce’ di Lini Depan

Lahir di Southampton pada 1945, Chivers dikenal sebagai striker modern sebelum masanya. Ia memiliki fisik yang menjulang tinggi dan kekuatan tubuh prima, namun diberkahi dengan kecepatan serta teknik yang sangat halus. Kombinasi kekuatan dan keanggunan inilah yang membuat mantan rekannya, Steve Archibald, menyematkan julukan “Rolls-Royce” kepadanya.

“Saya menonton Martin Chivers yang hebat sebelum saya menjadi pro… Dia seperti Rolls-Royce, begitu halus dalam pergerakannya, sangat baik di udara dan penyelesaian akhir yang hebat,” ungkap Archibald dalam tributnya.

Didatangkan Tottenham dari Southampton pada Januari 1968, Chivers memecahkan rekor transfer Inggris saat itu dengan nilai £125.000. Investasi tersebut dibayar lunas dengan raihan trofi dan ratusan gol bagi klub London Utara.

Pahlawan Eropa Tottenham

Nama Martin Chivers akan selamanya terukir emas dalam sejarah Tottenham berkat kontribusinya di panggung Eropa. Ia adalah aktor utama saat Spurs menjuarai UEFA Cup 1972, yang kini dikenal sebagai Europa League. Dalam laga final leg pertama melawan Wolverhampton Wanderers, Chivers memborong dua gol kemenangan krusial.

Ketajamannya di kompetisi Eropa sempat menjadikannya pencetak gol terbanyak Tottenham di kancah benua biru selama puluhan tahun. Rekor tersebut baru dipecahkan oleh Jermain Defoe pada 2013, dan kemudian oleh Harry Kane.

Statistik Karier Martin Chivers

Mureks mencatat bahwa berikut adalah ringkasan perjalanan karier dan prestasi “Big Chiv” yang menjadikannya salah satu striker paling ditakuti pada masanya:

Klub / TimnasPeriodePenampilanGolPrestasi Kunci
Southampton1962–1968189106Promosi Divisi Satu (1966)
Tottenham Hotspur1968–1976367174UEFA Cup (1972), 2x Piala Liga (1971, 1973)
Timnas Inggris1971–19732413Rasio gol 0.54 per laga

Momen Ikonik

  • Final Piala Liga 1971: Mencetak dua gol kemenangan 2-0 atas Aston Villa di Wembley.
  • Final UEFA Cup 1972: Memborong dua gol brilian ke gawang Wolves di Molineux, salah satunya lewat tendangan jarak jauh yang spektakuler.
  • Top Skor Klub: Menjadi pencetak gol terbanyak Tottenham di musim 1970/71, 1971/72, dan 1972/73 secara beruntun.

Warisan Abadi

Setelah meninggalkan Spurs pada 1976, Chivers melanjutkan petualangannya ke Swiss bersama Servette, lalu kembali ke Inggris membela Norwich City dan Brighton. Setelah gantung sepatu, ia tidak pernah benar-benar meninggalkan The Lilywhites.

Chivers mendedikasikan masa pensiunnya sebagai duta klub dan tuan rumah pertandingan (matchday host) yang ramah, baik di White Hart Lane maupun stadion baru Tottenham Hotspur. Pihak klub dalam pernyataan resminya menyebutkan: “Dengan kesedihan yang mendalam kami mengumumkan meninggalnya mantan striker legendaris kami, Martin Chivers. Salah satu yang terhebat sepanjang masa.”

Selamat jalan, Big Chiv. Gol-gol dan keanggunanmu akan selalu hidup dalam sejarah sepak bola Inggris.

Referensi penulisan: mediaindonesia.com

Mureks