Visi LG mengenai “rumah tanpa kerja” terasa lebih seperti aspirasi daripada kenyataan yang mungkin. Di ajang CES 2026, LG memamerkan robot CLOiD yang diklaim mampu melipat pakaian dan melakukan berbagai tugas rumah tangga. Namun, demonstrasi robot ini justru menimbulkan keraguan akan efisiensi dan kepraktisannya.
Sejak lama, para pengunjung pameran teknologi seperti CES selalu bertanya-tanya kapan robot yang bisa mengatasi tugas-tugas membosankan seperti melipat pakaian akan terwujud. Dengan CLOiD, LG menunjukkan bahwa secara teori hal ini mungkin, tetapi kemungkinan besar tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Dalam demonstrasi 15 menit yang telah diatur dengan cermat di stan LG, robot CLOiD menunjukkan kemampuannya mengambil sekotak susu dari kulkas, meletakkan croissant ke dalam oven, menyortir dan melipat beberapa cucian, serta mengambil kunci dari sofa untuk diserahkan kepada presenter manusia. Selama presentasi, LG juga memamerkan bagaimana perangkat rumah tangganya dapat berinteraksi dengan robot ini. Saat CLOiD mendekati kulkas, pintunya otomatis terbuka, begitu pula dengan oven. Ketika robot penyedot debu bermerek LG perlu bergerak di sekitar keranjang cucian, CLOiD dengan sigap membersihkan jalurnya.
Meskipun demikian, pantauan Mureks mencatat bahwa robot tersebut bergerak dengan sangat lambat. Gerakan yang lamban ini menjadi sorotan utama yang memicu skeptisisme terhadap klaim “zero labor home” yang diusung LG, di mana perangkat dan teknologi robotik mereka akan bekerja sama untuk mengurus semua pekerjaan rumah tangga.
Di satu sisi, sangat menarik melihat robot yang mampu melakukan tugas-tugas yang sebenarnya berguna bagi banyak orang. Namun, teknologi ini masih jauh dari kata terjangkau. Bahkan LG sendiri tidak memberikan komitmen pasti mengenai masa depan CLOiD sebagai produk komersial, melainkan hanya sebagai demo di CES.
Perusahaan tersebut menyatakan bahwa CLOiD adalah sinyal minatnya dalam menciptakan “robot rumah tangga dengan fungsi praktis” dan “perangkat robotik”, seperti kulkas dengan pintu yang dapat terbuka secara otomatis. Ini mungkin target yang lebih masuk akal bagi perusahaan, meskipun masih jauh dari fantasi “rumah tanpa kerja” yang diimpikan.
Referensi penulisan: www.engadget.com






