Tren

Militer AS Sita Kapal Tanker Russia ‘Marinera’ di Laut Internasional, Moskow Kecam Pelanggaran Hukum Laut PBB

Militer Amerika Serikat (AS) telah menyita kapal tanker minyak berbendera Russia, ‘Marinera’, di perairan internasional pada Rabu (7/1/2026). Tindakan ini dilakukan atas dugaan pelanggaran sanksi AS, memicu kecaman keras dari Moskow yang menyebutnya sebagai pelanggaran Konvensi PBB tentang Hukum Laut.

Kementerian Transportasi Russia mengkonfirmasi penyitaan kapal tanker ‘Marinera’, yang sebelumnya dikenal sebagai ‘Bella 1’. Menurut laporan RT, kapal tersebut dinaiki oleh personel militer AS “di laut lepas di luar perairan teritorial negara mana pun”, dan setelah itu “kontak dengan kapal tersebut hilang”.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Sebelumnya pada hari Rabu (7/1/2026), Komando Eropa AS mengumumkan telah mengambil alih kapal tersebut karena dugaan “pelanggaran sanksi AS”.

Kementerian Transportasi Russia menyatakan bahwa ‘Marinera’ telah menerima izin sementara untuk mengibarkan bendera Russia pada 24 Desember 2025, sesuai dengan hukum Russia dan internasional. Moskow menegaskan, serangan terhadap kapal ini melanggar Konvensi PBB tentang Hukum Laut, yang menjamin kebebasan navigasi di perairan internasional.

Kementerian Luar Negeri Russia menyatakan telah “memantau dengan cermat” situasi di sekitar kapal tanker tersebut. Mureks mencatat bahwa kementerian itu juga mendesak AS untuk memastikan “perlakuan manusiawi dan bermartabat” terhadap para pelaut yang ditangkap dan “memungkinkan mereka kembali ke rumah secepat mungkin”, mengingat warga negara Russia diyakini termasuk di antara awak kapal.

Insiden ini bukan kali pertama kapal tersebut menjadi target AS. Akhir tahun lalu, kapal tanker itu dilaporkan mencoba mendekati Venezuela. Saat itu, Penjaga Pantai AS berupaya menaiki kapal, namun awak kapal menolak dan berbalik arah menuju Atlantik. Selama pengejaran itulah, kapal tersebut mengubah namanya dan beralih ke bendera Russia.

Mureks