Manajer Arsenal, Mikel Arteta, melayangkan pujian setinggi langit atas ketangguhan mental anak asuhnya setelah berhasil membalikkan keadaan dalam laga dramatis melawan Bournemouth di ajang Liga Primer Inggris, Minggu (4/1) dini hari WIB. Sempat terjebak dalam situasi sulit akibat kesalahan individual, The Gunners sukses menutup laga dengan kemenangan tipis 3-2.
Pertandingan ini menjadi panggung bagi Gabriel Martinelli untuk menunjukkan kekuatan mentalnya. Pemain asal Brasil tersebut sempat melakukan kesalahan fatal saat operannya justru jatuh ke kaki Evanilson, yang kemudian dikonversi menjadi gol pembuka bagi Bournemouth. Namun, Martinelli tidak butuh waktu lama untuk menebus dosanya dengan mencetak gol penyama kedudukan.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Arteta menegaskan bahwa kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan adalah ciri khas yang mulai mendarah daging di skuadnya. Ia mencontohkan bagaimana pemain lain, seperti Bukayo Saka, juga pernah melakukan hal serupa.
“Bukan hanya Gabriel yang pernah merespons seperti itu. Anda sudah melihat (Bukayo) Saka membuat kesalahan lalu mencetak gol dalam pertandingan yang sama. Gabi sendiri pada pertandingan Fulham, dengan kesalahan yang melibatkan (Aleksandar) Mitrovic juga,” ujar Arteta, dikutip dari laman resmi Arsenal.
Menurut Arteta, kunci dari performa konsisten di level tertinggi adalah memiliki “ingatan pendek” terhadap kejadian yang baru saja berlalu, baik itu berupa kegagalan maupun keberhasilan. “Apa yang secara individual membuat para pemain ini punya ketangguhan membalikkan keadaan dan mengubah kesalahan menjadi momen besar? Ini bagian dari sepak bola, dan soal bagaimana Anda bereaksi terhadap aksi berikutnya. Anda harus punya ingatan yang sangat pendek untuk bisa terus berada di level tertinggi,” lanjut pelatih asal Spanyol tersebut.
Dampak Instan Declan Rice
Selain faktor mentalitas tim, kemenangan Arsenal kali ini tak lepas dari peran krusial Declan Rice. Gelandang timnas Inggris tersebut sempat diragukan tampil setelah mengalami cedera lutut pada laga melawan Aston Villa sebelumnya. Namun, Rice menunjukkan determinasi luar biasa untuk segera merumput.
Arteta mengungkapkan bahwa Rice bersikeras untuk dimainkan meski tim medis sempat ragu. “Sampai menit terakhir saya bertanya padanya, ‘Bagaimana?’ Dia menjawab, ‘Saya siap.’ Dan dia menunjukkan bahwa dia benar-benar hadir di level tertinggi,” ungkap Arteta.
Kepercayaan sang manajer dibayar tuntas lewat sepasang gol (brace) yang membawa Arsenal unggul 3-1, sebelum akhirnya menyudahi laga dengan skor 3-2. Mureks mencatat bahwa Arteta bahkan tidak ragu menyebut Rice sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia saat ini karena kemampuannya yang terus berkembang.
“Declan terus menambahkan hal-hal baru ke dalam permainannya. Dia terus menambahkan hal-hal baru ke dalam perannya di tim. Saya tidak melihat di mana batasnya, karena dia masih bisa berkembang di banyak area dan dia ingin berkembang,” tambahnya.
Kemenangan ini membuat posisi Arsenal semakin kokoh di puncak klasemen Liga Inggris dengan koleksi 48 poin, unggul enam angka dari pesaing terdekat mereka, Aston Villa. Ujian berat berikutnya telah menanti, di mana Meriam London dijadwalkan menjamu juara bertahan Liverpool pada 9 Januari mendatang.






