Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan ekosistem startup dan digital nasional. Melalui inisiatif Garuda Spark Innovation Hub, Komdigi menargetkan peningkatan signifikan jumlah startup, khususnya di Kota Bandung, hingga tahun 2026.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid melakukan kunjungan kerja ke Garuda Spark Innovation Hub Bandung pada Senin (5/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau progres operasional hub yang telah berjalan selama tiga bulan terakhir.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
“Hari ini saya mengecek Garuda Spark di Bandung yang diluncurkan tiga bulan lalu. Saya ingin melihat progress aktivitasnya dan sejauh mana startup yang sudah difasilitasi di sini,” ujar Menkomdigi Meutya Hafid kepada awak media di lokasi, Jalan Ir H Djuanda, Bandung.
Meutya mengungkapkan hasil positif dari operasional awal Garuda Spark. “Alhamdulillah, dalam waktu tiga bulan sudah ada 10 startup yang dikurasi dan dilahirkan bersama teman-teman dari Startup Bandung, Academy, dan Komdigi,” tambahnya. Dalam periode yang sama, ekosistem ini telah berhasil menjaring 150 startup.
Menkomdigi mengakui bahwa tahun 2025 akan menjadi periode yang menantang bagi industri startup, baik di Indonesia maupun di tingkat ASEAN. Namun, ia optimis dengan potensi yang ada. “Ini harus ditingkatkan. Kita punya rekam jejak startup yang bagus, dan kita ingin prestasi ini terulang atau bahkan lebih baik lagi ke depan,” terangnya.
Menurut Meutya, industri startup tumbuh di tengah tantangan besar, termasuk unit-unit yang dibina di Garuda Spark Innovation Hub Bandung. Selain Bandung, Komdigi juga mendorong lahirnya startup baru di berbagai wilayah lain di Indonesia.
“Untuk startup di Indonesia, kita punya kekuatan di Malang, Surabaya, dan Yogyakarta. Bandung berada pada level yang cukup baik meski belum sesuai harapan. Namun, modal utamanya adalah kreativitas, dan ekosistem lainnya sudah siap,” jelasnya.
Meutya berharap keberhasilan di Bandung dapat menjadi inspirasi dan menular ke wilayah lain. “Dengan mendorong Bandung, kita bisa menginspirasi startup lainnya di Indonesia. Semoga ini memicu daerah lain untuk menjadi cikal bakal lahirnya startup baru,” ucapnya.
Mureks mencatat bahwa Kementerian Komdigi menargetkan pertumbuhan startup di angka 8 persen pada tahun 2026. Untuk mencapai target ambisius ini, Meutya berencana mengintensifkan berbagai kegiatan melalui Garuda Spark Innovation Hub di seluruh Indonesia.
“Sarana utama kita adalah Garuda Spark. Di sana ada pelatihan, digital talent, dan lainnya. Semua proses pembelajaran hingga pencarian investor potensial ditarik dan dirangkum melalui Garuda Spark,” pungkasnya, menekankan peran sentral Garuda Spark dalam pengembangan ekosistem startup nasional.





