Musim hujan kerap membawa serta berbagai keluhan kesehatan, mulai dari flu hingga hidung meler. Namun, di balik dinginnya udara yang menyelimuti, ada fenomena lain yang mungkin luput dari perhatian, khususnya bagi kaum pria. Organ intim pria ternyata cenderung mengalami perubahan ukuran, tampak lebih ‘menciut’ saat cuaca dingin.
Pertanyaan yang sering muncul adalah, apa penyebab di balik perubahan ini dan apakah kondisi tersebut berbahaya bagi kesehatan? Untuk menjawabnya, ahli urologi terkemuka, Dr. Darius Paduch, yang juga menjabat sebagai direktur kesehatan dan kedokteran seksual di Weil Cornell Medicine, memberikan penjelasannya.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Penyusutan Organ Intim Pria Saat Dingin: Sebuah Reaksi Alami
Mureks mencatat bahwa Dr. Paduch menjelaskan, saat tubuh terpapar suhu udara di bawah 15 derajat Celcius, ukuran penis dapat menyusut signifikan. Penyusutan ini bisa mencapai sekitar 50 persen dari panjang normal dan 20–30 persen dari segi lingkar. Kondisi ini bukan tanpa alasan, melainkan respons alami tubuh terhadap suhu rendah.
Dr. Paduch menguraikan mekanisme di baliknya. “Ketika tubuh kedinginan, pembuluh darah akan berkontraksi sehingga aliran darah ke penis berkurang. Akibatnya, ukurannya pun mengecil,” jelasnya, seperti dilansir dari laman Mens Health pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Meskipun terdengar mengkhawatirkan, penyusutan ini sebenarnya memiliki manfaat evolusioner. Tubuh manusia secara alami diprogram untuk menjaga panas dan menghemat energi. Saat suhu dingin, aliran darah akan dipusatkan ke bagian tengah tubuh, tempat organ-organ vital berada, untuk menjaga fungsinya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, tubuh akan mengurangi aliran darah ke bagian ekstremitas atau ujung, seperti jari tangan, jari kaki, termasuk organ intim pria. Pada saat yang sama, testis juga akan tertarik ke atas dan mendekat ke tubuh agar tetap hangat, sebuah mekanisme perlindungan alami.
Dampak dan Solusi untuk Ketidaknyamanan
Bagi sebagian pria, kondisi penyusutan ini justru bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Berkurangnya aliran darah membuat penis terasa lebih kenyal seperti karet. Gesekan dengan pakaian dalam atau celana dapat memicu rasa tidak nyaman, bahkan nyeri.
Ada beberapa solusi sederhana yang bisa diterapkan untuk mengatasi ketidaknyamanan ini. Salah satunya adalah dengan memakai celana dalam model boxer briefs. Model ini membantu menjaga posisi organ intim lebih stabil dan meminimalkan gesekan yang bisa menimbulkan iritasi.
Jika cara tersebut belum cukup membantu, dokter mungkin akan mempertimbangkan untuk meresepkan obat disfungsi ereksi, seperti Cialis. Obat ini bekerja dengan membantu melemaskan otot dan melancarkan aliran darah ke area tersebut. Penting untuk diketahui, obat ini tidak akan menyebabkan ereksi tiba-tiba, karena tetap memerlukan rangsangan seksual untuk dapat bekerja secara efektif.
Kabar baiknya, fenomena penyusutan ini bersifat sementara. Begitu tubuh kembali ke suhu yang lebih hangat, aliran darah akan normal kembali, dan ukuran organ intim pria pun akan pulih dalam hitungan menit. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.






