Debut Xiaomi SU7 di pasar otomotif global telah mengejutkan banyak pihak. Mobil listrik ini tidak hanya berhasil bersaing, tetapi juga menantang dominasi pemain pasar utama. Keberhasilan instan tersebut sontak memicu pertanyaan besar di kalangan pengamat industri: kapan raksasa teknologi berjuluk “Apple dari China” ini akan melangkahkan kaki ke ajang balap Formula 1?
Meskipun belum ada rencana resmi untuk bergabung pada musim 2026, berbagai indikasi kuat menunjukkan adanya minat serius dari Xiaomi. Perusahaan ini jelas-jelas menargetkan kompetisi balap paling bergengsi di dunia tersebut dalam dekade mendatang, dengan proyeksi menjadi tim pabrikan penuh pada tahun 2030.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
DNA Performa Tinggi Xiaomi Terbukti di Nürburgring
Perkembangan yang dilakukan Xiaomi jauh melampaui sekadar menciptakan “ponsel beroda.” Perusahaan ini memiliki obsesi mendalam terhadap rekayasa premium dan aerodinamika kecepatan tinggi. Bukti sahih dari ambisi teknis yang tidak main-main ini terlihat dari prototipe Xiaomi SU7 Ultra.
Mobil tersebut baru-baru ini berhasil memecahkan rekor di trek legendaris Nürburgring, Jerman. Pencapaian ini secara tegas menegaskan bahwa Xiaomi memiliki DNA performa yang sangat kompetitif, sebuah prasyarat esensial untuk terjun ke dunia Formula 1.
Perekrutan Talenta Kelas Dunia dan Tantangan F1 2026
Untuk mewujudkan visi otomotif mereka, Xiaomi secara proaktif merekrut talenta terbaik dari seluruh dunia. Perusahaan ini telah berhasil menarik insinyur dengan pengalaman signifikan dari departemen F1 Ferrari, serta insinyur dari BMW. Langkah strategis ini memperlihatkan bahwa pengembangan teknis mereka secara terang-terangan diarahkan untuk mencapai standar performa setara level F1.
Namun, jalan menuju Formula 1 tidaklah mudah, terutama untuk musim 2026. Tahun tersebut akan menandai perombakan besar regulasi mesin, yang telah menarik titan baru seperti Audi dan kembalinya Ford. Bahkan, tim ke-11, Cadillac (Andretti), baru saja dikonfirmasi masuk ke grid. Catatan Mureks menunjukkan, memasuki F1 pada 2026 akan terlalu cepat bagi perusahaan seperti Xiaomi. Mereka harus membayar biaya “anti-dilution” yang sangat besar untuk masuk ke grid, serta membangun infrastruktur dan unit tenaga (Power Unit) yang kompetitif dari nol.
Fokus Pertumbuhan Penjualan dan Proyeksi 2030
Sebagai produsen mobil, Xiaomi masih berada dalam fase pertumbuhan awal. Prioritas utama mereka saat ini adalah fokus pada penjualan jutaan unit SU7 dan YU7 di seluruh dunia. Investasi miliaran dolar untuk membentuk tim balap F1 hanya akan mungkin dilakukan setelah penjualan mobil mereka stabil secara global.
Oleh karena itu, jalan menuju F1 diproyeksikan melalui kemitraan teknis terlebih dahulu, sebelum Xiaomi bertransformasi menjadi tim pabrikan penuh pada tahun 2030. Strategi ini memungkinkan mereka untuk mengakumulasi pengalaman dan sumber daya yang diperlukan, sembari tetap memprioritaskan ekspansi pasar otomotif global mereka.






