Istilah Timur Tengah kerap menjadi sorotan global, mencakup isu agama, budaya, hingga dinamika politik internasional. Secara umum, kawasan ini merujuk pada sejumlah negara di sekitar Mediterania, Jazirah Arab, dan sebagian Afrika, yang telah dikenal sejak era 1800-an. Namun, di balik popularitasnya, tidak banyak yang memahami bagaimana istilah ini muncul dan negara mana saja yang termasuk di dalamnya.
Asal-usul Istilah Timur Tengah
Meskipun Timur Tengah adalah tempat lahirnya berbagai peradaban kuno, istilah ini justru tidak berasal dari wilayah tersebut. Mureks mencatat bahwa istilah ‘Timur Tengah’ diperkirakan muncul sekitar tahun 1850-an dan dipopulerkan oleh ahli strategi angkatan laut Amerika Serikat, Alfred Thayer Mahan.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Pada tahun 1902, Mahan secara spesifik menggunakan istilah ini untuk menyebut wilayah yang berada di antara kawasan Arab dan India. Sejak saat itu, penggunaannya semakin meluas dalam kajian politik dan geografi global. Istilah ini awalnya berfungsi untuk membedakan wilayah dari ‘Timur Dekat’ dan ‘Timur Jauh’, sebuah penamaan yang lahir dari perspektif bangsa Eropa dan Barat, yang mengukur jarak wilayah timur dari benua mereka.
Dalam bahasa Arab, kawasan ini dikenal sebagai al-Sharq al-Awsat, yang secara harfiah berarti ‘Timur Tengah’. Sebelum Perang Dunia II, wilayah ini lebih sering disebut ‘Timur Dekat’. Namun, pasca-Perang Dunia II, istilah ‘Timur Tengah’ menjadi lebih dominan. Hingga pertengahan abad ke-20, cakupannya meliputi negara-negara di Asia Barat, Jazirah Arab, serta sebagian Afrika Utara, bahkan terkadang termasuk Afghanistan dan Pakistan.
Menurut buku Mosaik Keberagaman: Warna-Warni Iman dari Timur Tengah hingga Afrika karya Hilya Napisah dan rekan-rekan, kawasan Timur Tengah memiliki beragam julukan. Beberapa di antaranya adalah “negeri kelahiran agama-agama Samawi”, “negeri tujuh laut”, “negeri seribu menara”, hingga “pusat minyak dunia”. Julukan-julukan ini merefleksikan kekayaan sejarah, budaya, dan peran vital kawasan ini dalam peradaban global.
Secara geografis, Timur Tengah menempati posisi yang sangat strategis, terletak di persimpangan tiga benua: Asia, Afrika, dan Eropa. Wilayahnya membentang dari daratan selatan dan timur laut Laut Mediterania, Jazirah Arab, hingga sebagian Afrika Utara. Dalam banyak literatur Barat, Timur Tengah umumnya merujuk pada negara-negara di Asia Barat Daya, mulai dari Iran atau Persia hingga Mesir. Bentang alamnya didominasi oleh padang pasir yang luas, tanah kering, serta wilayah berbukit, yang tetap menawarkan keindahan dan keunikan lanskap.
Sebagai kawasan dengan sejarah panjang, Timur Tengah telah mengalami berbagai invasi, baik dari dalam maupun luar wilayahnya. Peristiwa-peristiwa ini membawa masuk beragam ras, suku, agama, dan bahasa baru, membentuk masyarakat Timur Tengah yang sangat majemuk dalam kepercayaan, bahasa, dan budaya. Kawasan ini juga mewarisi pengalaman sejarah dan tradisi penting bagi umat Yahudi, Kristen, dan Islam, menjadikan Timur Tengah salah satu wilayah dengan keragaman agama dan budaya paling menonjol di dunia.
Daftar Negara di Timur Tengah dan Ibu Kotanya
Berikut adalah daftar negara-negara yang termasuk dalam Kawasan Timur Tengah, lengkap dengan ibu kota masing-masing:
- Turki: Ibu kota Ankara. Terletak di Asia Barat dan Eropa Tenggara, memiliki posisi geografis strategis. Luas wilayah sekitar 783.562 km². Turki adalah negara berkembang di bidang industri, dengan PDB diperkirakan 2,199 triliun dolar AS.
- Siprus: Ibu kota Nicosia (Lefkosia). Berada di Eropa Selatan dan Asia Barat, merupakan negara kepulauan di Laut Mediterania dengan luas 9.251 km². Merdeka dari Inggris pada 1960, Siprus kini menjadi pusat bisnis internasional berkat tarif pajak yang relatif rendah. Sektor utamanya meliputi pariwisata, jasa pengiriman, perbankan, dan layanan keuangan.
- Suriah: Ibu kota Damaskus. Terletak di Asia Barat, bagian barat Timur Tengah. Luas wilayah sekitar 187.437 km². Jumlah penduduk Suriah terus menurun akibat konflik berkepanjangan yang memicu perang saudara dan kekerasan militer, menyebabkan jutaan warga mengungsi.
- Lebanon: Ibu kota Beirut. Berada di Asia Barat, pesisir timur Laut Mediterania. Dengan luas 10.400 km², Lebanon adalah negara non-kepulauan terkecil di Timur Tengah, berbatasan dengan Palestina dan Suriah. Perekonomiannya bertumpu pada sektor jasa, dengan sekitar 65 persen penduduknya bekerja di bidang ini.
- Irak: Ibu kota Baghdad. Terletak di Asia Barat, sebagian besar daratan kecuali sekitar Teluk Persia. Luas wilayah sekitar 438.317 km². Irak, yang dikenal sebagai wilayah peradaban kuno Mesopotamia, kini merupakan salah satu negara penghasil minyak utama, dengan 95 persen pendapatan devisa berasal dari sektor minyak bumi.
- Iran: Ibu kota Teheran. Berada di Asia Barat, berbatasan dengan Teluk Persia, Laut Kaspia, dan Teluk Oman. Luas wilayah sekitar 1.648.195 km². Iran memiliki cadangan gas alam terbesar dan cadangan minyak terbesar keempat di dunia, serta merupakan anggota OPEC.
- Israel: Ibu kota Yerusalem. Terletak di Asia Barat, sepanjang Laut Merah dan Laut Tengah. Luas wilayah sekitar 20.770 km². Israel dikenal sebagai negara Yahudi dengan mayoritas penduduk (74,7 persen) memeluk agama Yahudi. Perekonomiannya maju di sektor teknologi dan industri.
- Kuwait: Ibu kota Kuwait. Berada di Asia Barat, ujung utara Teluk Persia. Luas wilayah sekitar 17.820 km², berbatasan dengan Arab Saudi dan Irak. Kuwait memiliki populasi asing yang besar (sekitar 70 persen) karena industri minyak yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Sekitar 87 persen ekspornya berasal dari minyak bumi.
- Palestina: Ibu kota Yerusalem dan Ramallah. Terletak di Asia Barat, antara Laut Mediterania dan Sungai Yordan, dengan luas 6.020 km². Terdiri dari Tepi Barat dan Jalur Gaza. Yerusalem adalah kota suci bagi tiga agama samawi. Sejak 7 Oktober 2023, Palestina menghadapi krisis kemanusiaan akibat serangan Israel. Hingga pertengahan 2024, 145 dari 193 negara anggota PBB telah mengakui Palestina sebagai negara.
- Yordania: Ibu kota Amman. Berada di Asia Barat, persimpangan Eropa, Afrika, dan Asia. Luas wilayah sekitar 92.300 km². Yordania dikenal memiliki stabilitas politik terbaik di Timur Tengah, menjadikannya tujuan pengungsi dari negara-negara sekitar.
- Mesir: Ibu kota Kairo. Terletak di Afrika Utara, namun termasuk Timur Tengah karena Semenanjung Sinai berbatasan dengan Israel dan Palestina. Dikenal dengan sejarah peradaban kuno. Selain minyak bumi mentah (25 persen ekspor), Mesir juga mengandalkan pertanian, pariwisata, dan gas alam.
- Uni Emirat Arab: Ibu kota Abu Dhabi. Berada di Asia Barat, antara Eropa dan Asia. Luas wilayah sekitar 783.562 km², berbatasan dengan Arab Saudi dan Oman. UEA memiliki perekonomian terbesar di Timur Tengah, dengan PDB diperkirakan 377 miliar dolar AS, ditopang sektor minyak.
- Qatar: Ibu kota Doha. Terletak di Asia Barat, pesisir timur Jazirah Arab. Luas wilayah sekitar 11.586 km². Qatar memiliki persentase penduduk asing sangat tinggi (88,4 persen) karena industri gas alam dan minyak yang menarik tenaga kerja asing.
- Arab Saudi: Ibu kota Riyadh. Berada di Asia Barat, Semenanjung Arab. Luas wilayah sekitar 2.149.690 km², menjadikannya negara terbesar di Timur Tengah dan tempat lahir agama Islam. Makkah adalah tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW dan tujuan haji. Arab Saudi juga produsen dan pengekspor minyak terbesar di dunia.
- Yaman: Ibu kota Sana’a. Terletak di Asia Barat, pesisir barat daya Jazirah Arab. Luas wilayah sekitar 527.968 km². Kota Sana’a adalah salah satu kota tertua di dunia. Perekonomian Yaman bergantung pada sektor minyak bumi, menyumbang sekitar 73 persen ekspornya.
- Oman: Ibu kota Muscat. Berada di Asia Barat, pesisir tenggara Jazirah Arab. Luas wilayah sekitar 309.500 km², berbatasan dengan Yaman dan Uni Emirat Arab. Oman menganut monarki absolut dan perekonomiannya ditopang minyak, gas bumi, serta pariwisata.
- Bahrain: Ibu kota Manama. Berada di Asia Barat, negara kepulauan di Teluk Persia. Luas wilayah sekitar 720 km², menjadikannya negara terkecil di Timur Tengah, dekat dengan Arab Saudi dan Qatar. Bahrain memiliki perekonomian mandiri dengan sektor perbankan dan jasa keuangan yang maju, serta sumber daya minyak bumi.






