Tren

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Resmikan 48 Sekolah Revitalisasi di Medan, Dorong Mutu Pendidikan Nasional

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, secara resmi meresmikan 48 sekolah penerima bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di Kota Medan pada Minggu (4/1). Peresmian ini menandai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat agenda nasional peningkatan mutu pendidikan serta pembangunan sumber daya manusia unggul di Indonesia.

Program revitalisasi yang digulirkan pemerintah mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Khusus di Kota Medan, total nilai pembangunan untuk sekolah-sekolah penerima bantuan tersebut mencapai Rp47,4 miliar. Mureks mencatat bahwa progres penyelesaian proyek di wilayah ini telah mencapai rata-rata 94 persen.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Dalam arahannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan bahwa program revitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada aspek pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, program ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, layak, dan relevan dengan dinamika perkembangan zaman.

“Secara nasional, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk revitalisasi dan pembangunan 16.171 satuan pendidikan. Hingga akhir 2025, lebih dari 85 persen pekerjaan telah rampung dan mulai dirasakan manfaatnya oleh peserta didik,” ujar Abdul Mu’ti, menjelaskan capaian program secara keseluruhan.

Untuk wilayah Sumatra Utara, program revitalisasi menyasar 897 satuan pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp852,49 miliar. Dari jumlah tersebut, 349 sekolah telah selesai sepenuhnya, sementara sisanya ditargetkan rampung pada awal tahun 2026. Abdul Mu’ti merinci, “Untuk Sumatra Utara, revitalisasi satuan pendidikan terdiri atas 34 PAUD, 400 SD dan 240 SMP. Kemudian 119 SMA, 88 SMK, 11 Sekolah Luar Biasa, dan 5 PKBM.”

Selain perbaikan infrastruktur fisik, pemerintah juga gencar memperkuat digitalisasi pembelajaran. Hal ini diwujudkan melalui distribusi Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai sekolah. Di Sumatra Utara, sebanyak 17.073 papan interaktif digital telah disalurkan, dengan 2.047 unit di antaranya dialokasikan untuk sekolah-sekolah di Kota Medan.

Gubernur Sumatra Utara, Bobby Afif Nasution, turut hadir dalam kesempatan tersebut dan menyampaikan komitmen pemerintah provinsi terhadap sektor pendidikan. “Di Pemprov Sumatra Utara, program-program untuk lima tahun ke depan kami melihat program yang ada di Pemerintah Pusat. Dari lima program prioritas yang ada di Sumatra Utara, bidang pendidikan menjadi salah satunya,” ucap Bobby, menegaskan prioritas daerah dalam menjaga keberlangsungan pembelajaran, termasuk di wilayah yang terdampak bencana seperti banjir dan longsor.

Pemerintah pusat memastikan bahwa program revitalisasi pendidikan akan terus diperluas. Pada tahun 2026, revitalisasi direncanakan menyasar setidaknya 71.000 satuan pendidikan secara nasional. Langkah ini merupakan fondasi penting dalam upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045.

Mureks