Manchester United kembali dihadapkan pada situasi krusial setelah resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Ruben Amorim. Di tengah ketidakpastian ini, nama Ole Gunnar Solskjaer mendadak muncul sebagai kandidat terdepan untuk mengisi posisi manajer interim di Old Trafford.
Media Norwegia, Verdens Gang (VG), melaporkan bahwa Solskjaer telah melakukan pembicaraan intensif dengan manajemen Manchester United terkait peran caretaker. Bahkan, negosiasi kontrak disebut-sebut sedang berlangsung dan berpotensi rampung dalam waktu dekat. Jika kesepakatan tercapai, ini akan menandai kembalinya sang legenda klub ke Theatre of Dreams dalam kapasitas yang berbeda.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Menurut Mureks, ada lima alasan kuat mengapa kembalinya Ole Gunnar Solskjaer dinilai sangat tepat untuk menakhodai Manchester United hingga akhir musim 2025/26:
1. Lebih Matang dan Berpengalaman
Solskjaer bukanlah sosok asing dalam menghadapi krisis di Manchester United. Ia pernah mengemban peran serupa pada tahun 2018 setelah pemecatan Jose Mourinho dan berhasil menstabilkan tim sebelum akhirnya diangkat menjadi manajer permanen. Kini, dengan pengalaman tambahan dari masa kepelatihannya secara penuh di United serta sempat menangani Besiktas, Solskjaer diharapkan datang dengan perspektif yang lebih matang. Situasi ini mirip dengan peran Ralf Rangnick sebagai figur berpengalaman yang mampu menjadi jembatan di masa transisi.
2. Memberi Waktu bagi INEOS dan Sir Jim Ratcliffe
Pemecatan Amorim jelas mengganggu rencana jangka panjang INEOS dan Sir Jim Ratcliffe, yang sebelumnya menunjuk pelatih asal Portugal itu sebagai bagian dari proyek besar mereka. Kehadiran Solskjaer sebagai caretaker dapat menjadi solusi sementara yang aman. Ia akan memberikan ruang bernapas bagi manajemen untuk merancang suksesi permanen tanpa tekanan berlebihan dari publik dan suporter, sekaligus menjaga stabilitas klub hingga keputusan besar diambil.
3. Mengembalikan Aura Positif di Old Trafford
Sebagai legenda klub dan figur yang sangat dicintai oleh para penggemar, Solskjaer membawa aura positif yang sangat dibutuhkan United saat ini. Kenangan manis saat ia memimpin tim dalam periode caretaker 2018/19 masih membekas kuat di benak pendukung Setan Merah. Di tengah suasana muram pasca-era Amorim, kehadiran Solskjaer berpotensi menghidupkan kembali optimisme suporter, terutama menjelang perjuangan di Piala FA dan persaingan menuju empat besar Liga Inggris.
4. Kesempatan Kebangkitan bagi Solskjaer
Bukan hanya Manchester United yang diuntungkan. Bagi Solskjaer sendiri, peran ini bisa menjadi titik balik penting dalam kariernya. Setelah dipecat dari United pada tahun 2021 dan mengalami periode sulit di Besiktas, namanya sempat meredup dari bursa pelatih top Eropa. Menangani kembali Manchester United, meskipun hanya sebagai caretaker, dapat mengembalikan reputasinya di level elite dan membuka peluang baru di masa depan.
5. Paham DNA dan Pemain Kunci United
Meskipun skuad United telah banyak berubah, Mureks mencatat bahwa Solskjaer masih mengenal sejumlah figur penting seperti Harry Maguire, Bruno Fernandes, dan Luke Shaw. Pemahamannya terhadap karakter klub dan “DNA Setan Merah” menjadi nilai tambah yang besar. Ia juga diperkirakan akan meninggalkan pendekatan taktik Amorim dan kembali ke gaya bermain khas United, termasuk penggunaan formasi empat bek yang lebih familiar bagi para pemain.
Referensi penulisan: www.bola.net






