Bek tim nasional Indonesia, Mees Hilgers, secara resmi bergabung dengan Lian Sports, agensi sepak bola kelas dunia yang juga menaungi sejumlah bintang top Eropa seperti Luka Jovic dan Federico Chiesa. Langkah ini menjadi sinyal kuat kesiapan Hilgers untuk melebarkan kariernya ke luar Belanda dan berkompetisi di liga-liga papan atas.
Pengumuman bergabungnya Hilgers disampaikan oleh Lian Sports melalui akun Instagram resmi mereka pada akhir tahun 2025. Agensi tersebut mengunggah foto Hilgers mengenakan seragam merah FC Twente, disertai keterangan, “Kami sangat senang menyambut Mees Hilgers ke keluarga Lian Sports.”
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Dengan demikian, bek berusia 24 tahun ini kini berada di bawah naungan agensi yang juga menangani nama-nama besar seperti Miralem Pjanic, Leroy Sane, Marcos Alonso, Ante Rebic, dan Samir Handanovic.
Keputusan Hilgers untuk berpindah agensi ini mengindikasikan ambisinya yang kuat untuk berkarier di luar Eropa. Sebelumnya, agensi lama Hilgers disebut-sebut menjadi salah satu faktor penghambat kepindahannya dari FC Twente.
Hubungan Hilgers dengan manajemen FC Twente sendiri diketahui tidak harmonis. Pada awal musim lalu, Hilgers telah menyatakan niatnya untuk pamit dari klub, namun persetujuan dari manajemen tak kunjung didapatkan.
Manajemen Twente bersikeras agar Hilgers memperpanjang kontraknya terlebih dahulu, dengan tujuan mendapatkan dana transfer yang lebih besar. Namun, Hilgers menolak tawaran tersebut, yang berujung pada keputusan klub untuk memarkirnya dari skuad utama.
Mureks mencatat bahwa saat ini status kontrak Hilgers di FC Twente hanya tersisa enam bulan, yakni hingga 30 Juni 2026. Ini berarti Hilgers kini berstatus bebas transfer dan memiliki keleluasaan penuh untuk mencari klub baru tanpa terikat biaya transfer.
Selama masa pengucilan dari klub, Hilgers dilaporkan menjalani latihan mandiri. Ia disebut mengalami cedera, yang memungkinkannya untuk tetap menjaga kondisi fisik secara personal. Kini, memasuki awal tahun 2026, Hilgers menyatakan kesiapannya untuk meninggalkan Belanda dan memulai babak baru dalam karier sepak bolanya.






