Striker legendaris Edinson Cavani resmi mengakhiri karier profesionalnya di dunia sepak bola pada akhir Desember 2025. Keputusan ini diumumkan langsung oleh pemain kelahiran 14 Februari 1987 tersebut melalui akun media sosial pribadinya, di mana ia menyampaikan salam perpisahan dan rasa terima kasih mendalam kepada keluarga, rekan setim, pelatih, serta para suporter yang telah mendukung perjalanannya.
Sejak memulai karier pada 2006, Cavani telah membuktikan diri sebagai salah satu penyerang paling mematikan di liga-liga top Eropa. Mureks mencatat bahwa koleksi gol pemain asal Uruguay ini bahkan melampaui angka 250, sebuah bukti konsistensi dan ketajamannya di depan gawang. Dari lima liga top Eropa, hanya Bundesliga Jerman yang tidak pernah merasakan gol dari “El Matador”.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Jejak Gol Gemilang di Serie A Italia
Serie A Italia menjadi panggung pertama Cavani di kancah liga top Eropa. Ia tiba pada musim dingin 2007 bersama Palermo, kemudian menghabiskan total 6,5 musim di kasta teratas Italia, termasuk tiga musim yang tak terlupakan bersama Napoli. Selama periode tersebut, Cavani sukses mencetak 112 gol dan 15 assist dari 213 penampilan.
Puncak kiprahnya di Serie A terjadi pada musim 2012/2013. Sebagai ujung tombak andalan Napoli, ia berhasil merebut gelar top skor dengan torehan 29 gol. Kontribusi luar biasa ini turut membawa Partenopei finis sebagai runner-up liga, memperbaiki posisi dari peringkat kelima pada musim sebelumnya.
Dominasi di Ligue 1 Prancis Bersama PSG
Performa impresif Cavani di Italia menarik perhatian raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG). Pada musim panas 2013, ia hijrah ke Ligue 1 dan menghabiskan tujuh musim di sana. Bersama Les Parisiens, striker berpostur 1,84 meter ini mengukir 138 gol dan 30 assist dalam 200 pertandingan.
Kontribusi Cavani sangat vital dalam dominasi PSG di kancah domestik, membantu klub meraih enam trofi Ligue 1. Secara individu, ia juga dua kali berturut-turut menyabet gelar top skor pada musim 2016–2018. Musim 2016/2017 menjadi yang paling menonjol, di mana ia mencetak 35 gol dan 4 assist dari 36 penampilan.
Pengalaman di Premier League Bersama Manchester United
Petualangan Cavani berlanjut ke Premier League Inggris setelah direkrut Manchester United (MU) pada musim panas 2020. Ia diharapkan menjadi opsi penting di lini depan The Red Devils. Namun, faktor usia dan adaptasi membuat kontribusi golnya tidak semaksimal di liga sebelumnya.
Selama dua musim di Premier League, Cavani mencetak 12 gol dan 4 assist dari 41 pertandingan. Musim pertamanya cukup baik dengan 10 gol dan 3 assist, hanya kalah dari Bruno Fernandes dan Marcus Rashford di skuad MU. Sayangnya, pada musim kedua (2021/2022), ia hanya mampu mengemas 2 gol dan 1 assist karena sering absen akibat cedera.
Penutup Karier di LaLiga Spanyol
Sebelum pensiun, Edinson Cavani sempat merasakan atmosfer LaLiga Spanyol pada musim 2022/2023. Ia bergabung dengan Valencia selama semusim dan tampil dalam 25 pertandingan. Torehan golnya mencapai lima gol dan dua assist, lebih banyak dibandingkan musim keduanya di Premier League.
Cavani sempat mencuri perhatian pada pekan ke-9 hingga ke-11 LaLiga, di mana ia berhasil menjebol gawang lawan empat kali hanya dalam tiga pertandingan. Namun, masalah kebugaran kembali menjadi penghalang baginya untuk tampil konsisten hingga akhir musim.
Perjalanan Edinson Cavani di empat liga top Eropa ini menjadi cerminan dedikasi, kerja keras, dan insting gol seorang penyerang sejati. Dari Italia, Prancis, Inggris, hingga Spanyol, ia selalu meninggalkan jejak berupa gol-gol krusial dan semangat juang yang menjadi ciri khasnya. Pensiunnya “El Matador” menandai berakhirnya era salah satu striker paling disegani di dunia sepak bola.






