Teknologi

Masa Depan Xiaomi di Formula 1: Ambisi Lei Jun dan Tantangan Menuju Grid Balap Dunia

Setelah sukses menggebrak pasar otomotif global dengan debut kendaraan listrik SU7, pertanyaan mengenai potensi Xiaomi untuk merambah ajang balap Formula 1 (F1) kini menjadi sorotan utama. Meskipun belum ada rencana konkret untuk partisipasi pada musim 2026, sejumlah indikasi mengisyaratkan ketertarikan kuat dari “Apple dari Tiongkok” ini untuk berkompetisi di dekade mendatang.

Kehadiran Xiaomi SU7 di industri otomotif bukan sekadar menciptakan “ponsel beroda”. Prototipe Xiaomi SU7 Ultra bahkan berhasil memecahkan rekor di sirkuit Nürburgring, Jerman. Pencapaian ini menjadi bukti nyata obsesi perusahaan terhadap rekayasa premium dan aerodinamika canggih.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Investasi Sumber Daya dan Pengembangan Teknologi

Xiaomi secara aktif merekrut talenta-talenta terbaik di bidang otomotif. Perusahaan ini diketahui telah merekrut insinyur dengan pengalaman di departemen F1 Ferrari, serta insinyur dari BMW. Langkah ini jelas menunjukkan visi jangka panjang Xiaomi dalam pengembangan teknis yang setara dengan standar F1.

Musim F1 2026 akan menjadi titik balik besar dengan adanya perombakan aturan mesin yang signifikan. Raksasa otomotif seperti Audi telah masuk, sementara Ford kembali ke lintasan. Bahkan, tim ke-11, Cadillac (Andretti), baru saja dikonfirmasi untuk bergabung.

Tantangan Finansial dan Fase Pertumbuhan

Namun, tahun 2026 dinilai terlalu dini bagi perusahaan seperti Xiaomi. Ada biaya “anti-dilusi” yang sangat besar untuk masuk ke grid F1, di luar infrastruktur yang diperlukan untuk memiliki unit tenaga (Power Unit) yang kompetitif. Xiaomi saat ini masih dalam “fase pertumbuhan” sebagai produsen mobil. Mereka perlu menjual jutaan unit SU7 dan YU7 sebelum menginvestasikan miliaran dolar ke dalam tim balap.

Federasi Otomotif Internasional (FIA) sendiri secara terbuka menyatakan keinginannya untuk melihat “tim pabrikan Tiongkok” di grid F1. Secara komersial, hal ini sangat masuk akal mengingat basis penggemar Zhou Guanyu yang besar dari Tiongkok. Mureks merangkum, potensi pasar yang ditawarkan Tiongkok sangat besar bagi Formula 1.

Jalan Menuju Formula 1: Kapan dan Bagaimana?

Meski demikian, mobil dengan nama Xiaomi kemungkinan besar belum akan terlihat di F1 pada 2026 atau bahkan 2027. Jalan menuju Formula 1 seringkali dimulai dengan langkah-langkah bertahap:

  • Langkah 1: Kemitraan teknis atau kesepakatan sponsor utama (seperti yang pernah terjadi dengan Mercedes-AMG).
  • Langkah 2: Menambahkan teknologi baterai atau perangkat lunak ke tim yang sudah ada.
  • Langkah 3: Entri sebagai “Tim Pabrikan” penuh pada tahun 2030, setelah penjualan mobil mereka stabil secara global.

Lei Jun, CEO Xiaomi, dikenal sebagai pemimpin yang berpandangan jauh ke depan. Ambisinya adalah menjadikan perusahaannya salah satu dari lima produsen mobil teratas di dunia. Dalam industri otomotif, semua jalan menuju kebesaran pada akhirnya akan mengarah ke Formula 1. Ini bukan lagi pertanyaan “apakah”, melainkan “kapan” Xiaomi akan bergabung.

Mureks