Tren

Marc Marquez Ungkap Potensi Pensiun Dini dari MotoGP Akibat Cedera dan Kondisi Tubuh

Pembalap andalan Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, secara mengejutkan mengungkapkan bahwa ia mungkin akan mengakhiri kariernya di ajang MotoGP lebih cepat dari yang ia harapkan. Keputusan ini didasari oleh kondisi fisik dan mentalnya yang terus menurun akibat serangkaian cedera.

Pernyataan tersebut disampaikan Marquez dalam wawancaranya dengan La Sexta pada Selasa, 6 Januari 2026. Kontrak Marquez dengan Ducati Lenovo Team sendiri akan berakhir pada penghujung tahun 2026. Spekulasi mengenai masa depannya pun bermunculan, mulai dari kemungkinan kembali ke Honda hingga opsi pensiun.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Meski akan menginjak usia 34 tahun pada 2027, yang tergolong senior untuk ukuran pembalap MotoGP, Marquez menegaskan bahwa ia tidak menargetkan tahun tersebut sebagai waktu untuk gantung helm. Namun, ia mengakui adanya faktor lain yang bisa mempercepat keputusannya.

“Saya rasa itu (pensiun) takkan terjadi dalam waktu dekat. Menurut saya, hal terberat bagi seorang atlet adalah tahu kapan dan bagaimana caranya pensiun. Entah apakah karier kami lebih panjang atau tidak,” ungkap sang sembilan kali juara dunia tersebut.

Marquez menjelaskan bahwa ia akan terus membalap selama motivasi untuk menang masih tinggi dan kondisi tubuhnya mendukung. Namun, cedera yang kerap menghantuinya dalam beberapa tahun terakhir membuatnya pesimis bisa balapan sesuai durasi yang ia inginkan. Mureks mencatat bahwa riwayat cedera Marquez memang cukup panjang dan seringkali mengganggu performanya.

“Jika renjana saya masih ada dan selama tubuh saya masih kuat (maka bakal tetap balapan)… Namun, saya tahu saya akan pensiun lebih cepat akibat tubuh dan pikiran saya,” lanjut Marquez, memberikan gambaran jujur tentang perjuangan internalnya.

Ia juga menyoroti perbedaan olahraga balap motor dengan cabang olahraga lain, terutama terkait dampak cedera. Menurutnya, cedera dalam balap motor memiliki pengaruh signifikan terhadap performa dan durasi karier seorang atlet.

“Kami ada dalam olahraga di mana cedera tidaklah bersahabat dengan saya belakangan ini. Namun, jika mempertimbangkan segala hal yang sudah saya letakkan dalam risiko, mereka sudah berbaik hati kepada saya,” tuturnya.

Oleh karena itu, Marquez kini lebih fokus untuk memahami respons tubuhnya dari musim ke musim. “Jadi, saya harus paham bagaimana tubuh saya bekerja dari tahun ke tahun. Secara mental, saya seperti roket, masih punya bahan bakar tersisa. Namun, saya harus paham bagaimana dan kapan memakainya,” pungkasnya, menunjukkan pendekatan pragmatis terhadap sisa kariernya.

Mureks