Olahraga

Mane: “Klopp Bilang Kita Akan Bangun Tim Kuat,” Ungkap Alasan Tolak Manchester United Demi Liverpool

Pemain bintang Al Nassr, Sadio Mane, baru-baru ini membuka kisah di balik keputusannya menolak pinangan Manchester United (MU) demi bergabung dengan Liverpool. Keputusan tersebut, menurut Mane, didasari oleh bujukan manajer Liverpool saat itu, Jurgen Klopp, yang menjanjikan proyek tim yang ambisius.

Saat masih membela Southampton, karier Mane tengah menanjak pesat. Penyerang asal Senegal ini berhasil mencetak lebih dari sepuluh gol di setiap musimnya, menarik perhatian sejumlah klub raksasa Eropa. Manchester United menjadi salah satu tim yang sangat serius memburunya.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Manajer MU kala itu, Louis van Gaal, bahkan secara langsung menghubungi Mane untuk membujuknya pindah ke Old Trafford. “Saat itu, Manchester United menghubungi saya bersamaan dengan Liverpool. Saya sedang berbicara dengan Van Gaal. Rooney ada di sana, Di Maria ada di sana, Depay ada di sana. Ketika mereka gagal membeli saya, mereka membeli Martial,” kata Mane, seperti dikutip dari Metro.

Van Gaal kemudian menelepon Mane secara pribadi. Mane menceritakan percakapan tersebut: “Sadio, apa kabar? Saya ingin kamu datang ke Manchester United.” Mane menanggapi dengan pertanyaan, “Benarkah?” Van Gaal melanjutkan, “Ya, saya tahu kamu pemain bagus dan kamu bisa membantu tim, dan kami juga bisa membantumu menjadi pemain yang lebih baik.”

Namun, Mane memiliki kekhawatiran besar mengenai peluangnya untuk mendapatkan waktu bermain reguler di tim utama Setan Merah. “Saya bertanya padanya, ‘Anda punya Depay, Anda punya Rooney, Anda punya Van Persie, jadi di mana saya akan bermain?'” ujar Mane.

Mane merasa tidak yakin dengan jawaban Van Gaal terkait jaminan bermain. Beberapa hari setelah percakapan tersebut, panggilan penting datang dari Jurgen Klopp, pelatih Liverpool.

Meskipun saat itu Liverpool belum lolos ke Liga Champions, Klopp berhasil meyakinkan Mane dengan visi dan kata-kata yang kuat. “Ketika Klopp menelepon saya, dia berkata, ‘Apa kabar? Itu kesalahan saya karena kamu tidak datang ke Dortmund’, dia tahu saya ingin datang,” ungkap Mane, mengenang percakapan dengan Klopp.

Mane menambahkan, “Saya bertemu dengannya lebih dulu. Saya tidak senang dan dia meminta maaf lebih dulu.” Klopp kemudian menyampaikan visinya yang ambisius: “Kita akan membangun tim yang tidak akan ingin dihadapi siapa pun, dan jika kita tumbuh bersama, maka kamu akan bermain di setiap pertandingan.”

Kata-kata Klopp tersebut menumbuhkan keyakinan besar dalam diri Mane. “Jadi ketika dia mengatakan ini, saya langsung bergabung dengan proyek yang saya inginkan karena dia bilang kita akan membentuk tim yang kuat dan saya akan bermain di setiap pertandingan,” kata Mane.

Mane menegaskan keputusannya kepada Klopp: “Ya ini klub saya. Ini keputusan yang tepat dan inilah yang ingin saya lakukan.”

Setelah resmi bergabung dengan Liverpool, Mane segera menjadi pilar penting di bawah asuhan Klopp. Ia mencetak 18 gol pada musim saat Liverpool berhasil meraih gelar Liga Premier pertama mereka dalam 30 tahun. Selain itu, Mane juga turut membawa The Reds memenangkan Liga Champions, Piala FA, dan Piala EFL.

Mureks mencatat bahwa karier cemerlang Mane di Liverpool berlangsung selama enam tahun sebelum ia memutuskan pindah ke Bayern Munich pada tahun 2022, dan kemudian melanjutkan petualangannya ke klub Arab Saudi, Al Nassr.

Mureks