Manchester United resmi mengumumkan pemecatan Ruben Amorim dari kursi pelatih pada Senin (05/01/2026) waktu setempat. Keputusan mengejutkan ini langsung menggemparkan publik Old Trafford, menandai berakhirnya masa jabatan pelatih asal Portugal tersebut di tengah musim yang penuh tekanan.
Melalui pernyataan resmi, manajemen klub menegaskan bahwa pergantian di posisi pelatih diperlukan demi mencapai peluang finis terbaik di Premier League. Pemecatan ini juga disebut-sebut terjadi setelah Amorim menjalani wawancara emosional pasca-laga, yang dinilai menantang manajemen Setan Merah.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Amorim tercatat sebagai manajer ke-10 yang berpisah dengan Manchester United sejak kepergian Sir Alex Ferguson. Mureks mencatat bahwa ia meninggalkan klub dengan rekor 24 kemenangan dari total 63 pertandingan yang dipimpinnya.
Reaksi Cepat Harry Maguire dan Unggahan Penuh Makna
Tak lama setelah pengumuman pemecatan Ruben Amorim, bek Manchester United, Harry Maguire, menjadi pemain pertama yang menyampaikan reaksinya ke publik. Maguire mendahului rekan-rekannya seperti Bruno Fernandes maupun Kobbie Mainoo dalam merespons situasi klub yang bergejolak ini.
Respons Maguire tidak disampaikan melalui wawancara atau konferensi pers, melainkan lewat akun Instagram pribadinya, @harrymaguire93. Ia mengunggah foto dirinya bersama Amorim saat masih bekerja sama di Manchester United, disertai pesan singkat namun sarat makna.
“Terima kasih untuk semuanya, bos.” “Saya mendoakan yang terbaik untuk Anda di masa depan,” tulis Maguire, menunjukkan sikap profesionalnya terhadap mantan pelatihnya.
Nuno Espirito Santo Terkejut, Soroti Kerasnya Dunia Sepak Bola
Kepergian Ruben Amorim dari Old Trafford juga menarik perhatian sesama pelatih Premier League. Salah satunya adalah manajer West Ham United, Nuno Espirito Santo, yang mengaku terkejut dengan keputusan Manchester United.
Nuno menilai situasi yang dialami Amorim mencerminkan kerasnya dunia sepak bola profesional. Menurutnya, Amorim adalah pelatih muda berbakat dengan masa depan panjang, namun tekanan dan risiko selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari industri ini.
“Saya terkejut dan sedih, seperti semua orang. Ia orang Portugal, seorang manajer muda, tetapi begitulah adanya…” ucap Nuno, dikutip dari Sportbible. “Kami menyadari bahwa begitulah cara industri ini bekerja. Saran saya untuknya? Pulanglah, atur ulang pikiran, dan bersiaplah untuk tantangan berikutnya. Inilah hidup, ada suka dan duka,” serunya.
Manchester United dijadwalkan akan menghadapi Burnley dalam laga Premier League berikutnya pada 8 Januari 2026.






