Manchester United memasuki era baru tanpa Ruben Amorim, namun persoalan lama tampaknya belum ikut angkat kaki. Bermain di pekan ke-21 Liga Inggris 2025/2026 di Turf Moor pada Kamis, 08 Januari 2026, Setan Merah kembali menunjukkan wajah rapuh yang sudah terlalu sering terlihat sepanjang musim ini.
Darren Fletcher memulai tugasnya sebagai pelatih sementara dengan harapan membawa energi segar. Namun, 90 menit pertandingan melawan Burnley justru menegaskan bahwa masalah United jauh lebih dalam dari sekadar sosok di pinggir lapangan.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Benjamin Sesko sempat memberi ilusi kebangkitan lewat dua gol cepat di awal babak kedua, setelah sebelumnya tertinggal akibat gol bunuh diri Ayden Heaven. Sayangnya, keunggulan itu kembali terbuang karena lemahnya kontrol permainan. Gol indah Jaidon Anthony menjadi penutup kekecewaan United. Hasil imbang ini terasa pahit karena mereka seharusnya pulang dengan tiga poin.
Ayden Heaven: Gol Bunuh Diri dan Rekor Tak Diinginkan
Ayden Heaven belakangan dipuji sebagai titik terang di lini belakang Manchester United. Di tengah krisis bek, pemain 19 tahun itu dinilai tampil cukup matang. Namun, melawan Burnley, sorotan justru mengarah padanya.
Gol pembuka tuan rumah menjadi momen yang sulit dibela. Heaven sebenarnya membaca potensi bahaya dari sisi kiri, namun ia terlalu lamban bereaksi saat situasi menuntut keputusan cepat. Alih-alih menutup ruang dengan tegas, Heaven bergerak setengah hati. Sentuhan sialnya malah mengarahkan bola masuk ke gawang sendiri.
Kesalahan sederhana itu berujung catatan memalukan. Heaven resmi menjadi pemain termuda United yang mencetak gol bunuh diri di Premier League.
Darren Fletcher: Tinggalkan Taktik Warisan Amorim
Manajer interim Manchester United, Darren Fletcher, tak butuh waktu lama untuk menjauh dari bayang-bayang Ruben Amorim. Skema 3-4-3 yang kontroversial langsung ditinggalkan.
United kembali ke formasi 4-2-3-1 yang lebih familiar. Luke Shaw dan Diogo Dalot kembali berperan sebagai bek sayap murni. Di jantung pertahanan, Fletcher memasangkan Heaven dengan Lisandro Martinez. Pilihan tersebut memberi gambaran jelas arah Fletcher. Mureks mencatat bahwa, ia ingin United bermain lebih sederhana dan terstruktur, sebuah perubahan signifikan dari era sebelumnya.
Bruno Fernandes: Denyut Nadi yang Ditarik Keluar
Tak ada perdebatan lagi, Bruno Fernandes adalah pusat segalanya di Manchester United. Tanpanya, permainan Setan Merah kehilangan jiwa. Meski belum sepenuhnya fit, sang kapten tetap menjadi pembeda. Satu umpan terobosan sempurna cukup untuk membuka jalan gol Sesko dan beberapa aksinya yang lain berujung peluang bagi United.
Namun, segalanya runtuh saat Bruno ditarik keluar pada menit ke-60. United langsung kehilangan kendali permainan. Hanya enam menit berselang, Burnley menyamakan kedudukan. Intensitas United turun drastis, kepercayaan diri menghilang. Pertanyaannya kini makin tajam: apakah Man Utd benar-benar siap hidup tanpa Bruno? Bukti di lapangan berkata tidak.
Benjamin Sesko: Dua Gol Gemilang, Finishing Perlu Diasah
Benjamin Sesko tampil dominan dan penuh ancaman. Dua golnya lahir dari penyelesaian klinis yang berkelas. Pergerakan dan kekuatannya membuat lini belakang Burnley kerepotan sepanjang laga. Ia adalah mimpi buruk bagi bek tuan rumah.
Namun, di balik dua gol itu, terselip catatan penting. Sesko melepaskan tujuh tembakan tepat sasaran, terbanyak di Premier League musim ini. Beberapa peluang justru terbuang dengan cara yang terlalu mudah. Dengan ketenangan ekstra, hat-trick atau bahkan quattrick seharusnya bisa digenggam olehnya.
Shea Lacey: Kilatan Harapan di Tengah Keterpurukan
Darren Fletcher mengambil keputusan berani dengan memasukkan Shea Lacey. Itu baru penampilan keduanya di Premier League. Respons sang remaja langsung mencuri perhatian. Aksinya dari sisi kanan hampir berbuah gol spektakuler.
Sepakan melengkung kaki kirinya menghantam mistar gawang. Momen singkat itu cukup untuk membuat publik terkesima. Di tengah kekacauan United, Lacey memberi secercah harapan. Masa depan mungkin belum gelap sepenuhnya.
Referensi penulisan: www.bola.net






