AMBISI Manchester City untuk terus menempel ketat Arsenal dalam perburuan gelar juara Liga Primer Inggris kembali menemui jalan terjal. Dalam laga Man City vs Brighton yang digelar di Stadion Etihad, Kamis (8/1/2026), sang juara bertahan harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 1-1.
Hasil ini memperpanjang tren negatif The Citizens yang belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir. Situasi ini membuat selisih poin dengan pemuncak klasemen, Arsenal, berpotensi kian melebar, sekaligus memicu keraguan mengenai kemampuan City mempertahankan mahkota juara musim ini.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Dominasi Tanpa Penyelesaian Akhir
Dalam duel kontra Brighton tersebut, tuan rumah sejatinya memulai laga dengan cukup meyakinkan. City unggul lebih dulu lewat eksekusi penalti Erling Haaland di penghujung babak pertama. Gol tersebut menjadi tonggak sejarah tersendiri, menandai gol ke-150 penyerang asal Norwegia itu selama berseragam Manchester City.
Namun, dominasi penguasaan bola gagal dikonversi menjadi kemenangan. Lini depan City yang diisi Haaland, Bernardo Silva, dan Rayan Cherki membuang sejumlah peluang emas yang seharusnya bisa “membunuh” pertandingan lebih awal. Petaka datang di babak kedua. Krisis cedera di lini belakang membuat pertahanan City rapuh. Celah ini dimanfaatkan dengan sempurna oleh Brighton melalui aksi Kaoru Mitoma yang mencetak gol penyeimbang, membungkam publik Etihad.
Guardiola: Bicara Gelar Tidak Realistis
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, tidak menutupi kekecewaannya. Ia secara terbuka mengakui bahwa dengan performa tim saat ini, membicarakan perburuan gelar juara menjadi hal yang tidak realistis.
“Tentu saja, jika kami tidak memenangi pertandingan, kami tidak bisa memikirkan hal-hal seperti itu (gelar juara),” ujar Guardiola dalam konferensi pers pascalaga.
Guardiola menilai hasil imbang dalam laga Man City vs Brighton ini adalah konsekuensi dari ketidakmampuan timnya memaksimalkan peluang di depan gawang, meski secara permainan ia mengaku cukup puas. “Saya sangat menyukai cara kami bermain, banyak hal positif yang kami lakukan, tetapi kami tidak mencetak gol. Terlalu banyak peluang bersih yang terbuang. Satu poin untuk mereka, satu poin untuk kami. Begitulah adanya,” tambahnya.
Ancaman Jarak Poin Arsenal dan Rumor Transfer
Tambahan satu poin menempatkan City tetap di posisi kedua, namun kini terpaut lima poin dari Arsenal. Jarak ini bisa melebar menjadi delapan poin jika The Gunners berhasil menundukkan Liverpool dalam laga mereka selanjutnya. Mureks mencatat bahwa situasi ini menempatkan Manchester City dalam posisi yang sulit untuk mengejar ketertinggalan.
Pengamat sepak bola Sky Sports, Gary Neville, menyebut hasil imbang kontra Brighton ini sebagai pukulan telak yang bisa menjadi momen krusial lepasnya gelar juara dari tangan City. “Ini terasa seperti pekan yang sangat penting. Manchester City bermain imbang di kandang melawan Brighton, rasanya seperti pukulan telak bagi harapan mereka,” analisis Neville.
Di tengah sorotan tajam atas tumpulnya lini depan, rumor transfer kian kencang berembus. City dikabarkan hampir merampungkan transfer penyerang Bournemouth, Antoine Semenyo, dengan nilai klausul rilis mencapai 65 juta poundsterling. Kehadiran penyerang asal Ghana tersebut diharapkan dapat menjadi solusi alternatif kebuntuan lini serang City. Namun, Guardiola memilih bungkam ketika dikonfirmasi mengenai kabar tersebut. “Saya tidak tahu. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di bursa transfer,” pungkasnya singkat.






