Manchester City kembali gagal meraih kemenangan saat menjamu Brighton & Hove Albion di Etihad Stadium pada Kamis, 08 Januari 2026. Hasil imbang 1-1 dalam lanjutan Liga Primer Inggris ini menjadi pukulan telak bagi ambisi juara skuad asuhan Josep Guardiola.
Erling Haaland sempat membawa tuan rumah unggul melalui titik putih sebelum jeda turun minum. Gol tersebut sekaligus menandai gol ke-150 sang striker bagi The Citizens di semua kompetisi. Namun, Kaoru Mitoma sukses menyamakan kedudukan bagi tim tamu di babak kedua dengan penyelesaian klinis ke pojok bawah gawang, membuyarkan kemenangan di depan mata City.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Pukulan Telak dalam Perburuan Gelar
Hasil imbang ini membuat Manchester City harus puas berbagi poin dalam tiga laga Premier League terakhir mereka. Situasi ini jelas menguntungkan Arsenal yang kini nyaman duduk di puncak klasemen sementara. The Citizens kini tertinggal lima poin di belakang Arsenal yang tampil sangat konsisten.
Jarak tersebut berpotensi melebar menjadi delapan poin jika Arsenal mampu meraih kemenangan atas Liverpool dalam laga krusial di Emirates Stadium pada Kamis malam nanti. Josep Guardiola kini harus berharap rival utamanya itu terpeleset di sisa musim. Tanpa bantuan dari tim lain, misi mempertahankan trofi Liga Primer akan terasa sangat berat.
Kutukan Tiga Hasil Imbang
Rekor tiga hasil imbang berturut-turut ini adalah fenomena langka bagi Pep Guardiola. Sebelumnya, pelatih asal Spanyol itu hanya pernah mengalaminya pada April 2017 dan Desember 2023. Sebelum ditahan Brighton, City juga bermain imbang melawan Sunderland dan Chelsea dengan skor identik.
Rasa frustrasi mulai terlihat jelas dari bahasa tubuh para pemain di lapangan. Penyelesaian akhir menjadi masalah utama dalam rentetan hasil minor tersebut. Dari 20 tembakan yang dilepaskan lawan Brighton, Mureks mencatat bahwa hanya empat yang mengarah tepat ke sasaran. City wajib segera menemukan kembali ketajaman mereka di sepertiga akhir lapangan jika tidak ingin mimpi buruk kehilangan poin terus menghantui.
Rekor Emas Erling Haaland
Di tengah hasil mengecewakan tim, Erling Haaland tetap menunjukkan kelasnya sebagai predator kotak penalti. Ia sukses mencetak gol pembuka lewat eksekusi penalti yang tenang dan terukur. Gol tersebut menjadi tonggak sejarah penting bagi penyerang asal Norwegia tersebut, yakni gol ke-150 Haaland sejak berseragam biru langit Manchester.
Selain itu, gol tersebut tercatat sebagai gol ke-35.000 dalam sejarah Liga Primer Inggris. Sebuah pencapaian statistik yang cukup unik di tengah malam yang sulit bagi timnya. Sayangnya, rekor individu tersebut tidak cukup untuk mengamankan tiga poin penuh, membuat Haaland dan rekan-rekannya harus gigit jari.
Mimpi Buruk Badai Cedera
Masalah terbesar Manchester City saat ini adalah daftar cedera pemain yang semakin panjang. Josep Guardiola kehilangan delapan pemain tim utama saat menghadapi Brighton. Enam di antaranya harus absen total karena masalah cedera serius. Josko Gvardiol dan Ruben Dias menjadi nama terbaru yang masuk ruang perawatan usai laga kontra Chelsea.
Gvardiol bahkan terancam absen hingga akhir musim karena mengalami retak tulang tibia. Sementara itu, Ruben Dias diprediksi menepi selama empat hingga enam pekan akibat masalah hamstring. Savinho juga menambah pusing kepala pelatih karena mengalami masalah yang belum spesifik dan diperkirakan absen selama satu setengah hingga dua bulan ke depan.
Debut Mengejutkan Max Alleyne
Krisis bek tengah memaksa Guardiola melakukan perjudian besar dalam susunan pemainnya. Max Alleyne, pemain berusia 20 tahun, langsung diturunkan sebagai starter hanya 48 jam setelah ditarik dari masa pinjaman dari Watford di divisi Championship. Ia diduetkan dengan Abdukodir Khusanov di jantung pertahanan untuk menambal lubang yang ditinggalkan seniornya.
Meski minim pengalaman, Alleyne tampil tenang dan tidak terlihat gugup sama sekali. Ia mampu mengimbangi kecepatan dan agresivitas para penyerang Brighton sepanjang pertandingan berlangsung. Statistik mencatat ia memenangkan lima duel dan tiga take-ons di babak pertama saja. Akurasi umpannya juga mencapai angka fantastis 94,9 persen yang memanjakan lini tengah.
Pujian Guardiola untuk Alleyne
Penampilan solid Max Alleyne menuai pujian langsung dari sang manajer usai pertandingan. Guardiola merasa bersyukur dengan perkembangan sang pemain selama masa peminjaman di Watford.
“Max, kemarin sesi latihan pertama… Saya bersyukur dan berterima kasih kepada Watford karena mereka membantunya berkembang sebagai pesepakbola.”
Lebih lanjut, pelatih berkepala plontos itu menambahkan detail teknis permainannya:
“Dia sedikit bermasalah dalam bertahan, tapi hari ini semua bola panjang yang mereka menangkan dia sangat cepat dalam transisi. Saat memegang bola dia benar-benar luar biasa. Dia kehilangan satu bola, sisanya TOP! Benar-benar top… Dia akan meraih banyak di masa depan!” lanjutnya.
Lini Belakang yang Rapuh
Absennya John Stones, Ruben Dias, dan Josko Gvardiol menyisakan lubang menganga di pertahanan. Nathan Ake dan Abdukodir Khusanov kini menjadi tumpuan utama dalam beberapa pekan ke depan. Khusanov yang baru berusia 21 tahun masih dalam tahap awal kariernya di City. Meski punya fundamental bagus, ia masih butuh jam terbang untuk meminimalisir kesalahan fatal.
Sementara itu, masa depan Nathan Ake sendiri masih menjadi tanda tanya besar. Bek asal Belanda itu dikabarkan mungkin akan meninggalkan Etihad Stadium pada bursa transfer musim panas nanti. Manchester City kabarnya mulai melirik Marc Guehi dari Crystal Palace sebagai solusi jangka panjang, namun untuk saat ini, mereka harus bertahan dengan stok pemain yang tersisa.
Brighton yang Susah Dikalahkan
Brighton perlahan menjelma menjadi tim yang sulit ditaklukkan oleh Manchester City. The Seagulls sukses mengumpulkan delapan poin dari empat pertemuan terakhir mereka di Liga Primer Inggris. Pasukan Fabian Hurzeler belum terkalahkan saat berhadapan dengan tim asuhan Josep Guardiola.
Mereka mampu memberikan perlawanan sengit baik di kandang sendiri maupun saat tandang. Musim lalu, Brighton juga sukses menahan imbang City 1-1 di tempat yang sama. Bahkan pada pertemuan sebelumnya di Amex Stadium, mereka mampu menang 2-1 lewat comeback dramatis. Gaya main menyerang yang diusung Hurzeler terbukti efektif merepotkan pertahanan City.
Menanti Kepelesetnya Arsenal
Dengan 17 pertandingan tersisa, peluang juara Manchester City secara matematis masih terbuka. Namun, nasib mereka kini tidak lagi sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri. Arsenal difavoritkan untuk mengangkat trofi jika mampu menjaga konsistensi performa mereka.
City harus berharap The Gunners kehilangan fokus dan menjatuhkan poin di pekan-pekan krusial. Di sisi lain, City harus segera bangkit dan memutus tren hasil imbang ini. Mereka perlu kembali ke jalur kemenangan untuk memberikan tekanan psikologis kepada sang pemuncak klasemen Liga Primer Inggris.






