Karakter Mail dalam serial animasi populer Upin & Ipin dikenal luas karena kepiawaiannya dalam berdagang sejak usia dini. Namun, di balik citranya sebagai penjual ulung dengan jargon khas “Dua seringgit, dua seringgit”, Mail ternyata menyimpan beragam keahlian lain yang tak kalah mengagumkan.
Meskipun masih berstatus siswa taman kanak-kanak, Mail kerap menunjukkan kemandirian dan kreativitasnya dalam mencari penghasilan sendiri di Kampung Durian Runtuh. Kemampuan serba bisa ini menjadikannya salah satu karakter favorit yang memberikan inspirasi bagi banyak penonton.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
1. Pandai Berdagang dan Melihat Peluang
Sejak kecil, Mail sudah terbiasa membantu ibunya berjualan ayam goreng di pasar saat waktu luang atau libur sekolah. Keahlian berdagangnya tidak hanya terbatas pada makanan; ia juga pernah menjual minuman, mainan, hingga layangan buatannya sendiri.
Mail sangat lihai dalam melihat peluang bisnis. Ia sering memanfaatkan berbagai acara di Kampung Durian Runtuh untuk berdagang, seperti berjualan ayam bakar saat nonton bareng Piala Dunia atau menjual layangan di Pertandingan Wau. Catatan Mureks menunjukkan, kemampuannya dalam menghasilkan uang sendiri di usia muda adalah salah satu daya tarik utama karakter ini.
2. Jago Bermain Gitar
Selain berdagang, Mail juga memiliki bakat tersembunyi dalam bermain gitar. Momen ini terlihat dalam episode “Abang atau Kakak” dan “Penghibur Jalanan”, di mana Mail tampak asyik memainkan gitar milik kakaknya, Abang Iz, di bawah pohon dekat Kedai Runcit. Melodi yang ia hasilkan terdengar merdu, bahkan membuat Upin dan Ipin terkesima dan memberikan pujian.
Rupanya, keahlian Mail dalam memetik senar gitar ini merupakan hasil bimbingan dari Abang Iz, yang selama ini mengajarinya.
3. Terampil Menjahit
Siapa sangka, Mail juga pandai menjahit. Dalam episode “Kain Perca”, ia menunjukkan kemampuannya ini saat sedang membuat batu seremban yang rencananya akan dijual. Mail berpendapat, sebagai seorang pedagang, ia harus bisa melakukan banyak hal, termasuk menjahit.
Sayangnya, dalam episode tersebut, Mail menggunakan kain perca milik Kak Ros tanpa izin, yang mengakibatkan ia gagal menjual batu seremban buatannya.
4. Lihai Mengendarai Sepeda Orang Dewasa
Meskipun bertubuh kecil, Mail sudah sangat lihai mengendarai sepeda orang dewasa. Ia sering menggunakan sepeda besar milik ayahnya, tidak hanya untuk bermain, tetapi juga untuk mengantarkan pesanan kepada pelanggan. Dalam episode “Basikal Baru”, Mail menceritakan pengalamannya terjatuh dari sepeda hingga terluka.
Namun, insiden itu tidak membuatnya kapok. Mail justru menganggapnya sebagai bagian dari proses belajar. Ketika sepedanya rusak, ia memilih untuk memperbaikinya sendiri daripada membeli yang baru, dengan alasan uang yang ia miliki lebih baik disimpan untuk masa-masa sulit.
5. Menjadi Pemandu Wisata
Kreativitas Mail dalam mencari uang juga terlihat saat ia menjadi pemandu wisata. Dalam episode “Pokok Seribu Guna”, Mail mengisi waktu libur sekolahnya dengan membantu Abang Salleh menjadi tour guide bagi turis asing yang berkunjung ke Kampung Durian Runtuh.
Tak hanya itu, ia juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menjual kelapa muda kepada para turis dengan harga yang lebih tinggi, demi memperoleh keuntungan yang lebih besar. Menurut pantauan Mureks, keahlian Mail ini menunjukkan jiwa wirausaha yang kuat dan kemampuannya beradaptasi dengan berbagai situasi.
Beragam keahlian yang dimiliki Mail tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan contoh positif bagi penonton, terutama anak-anak, tentang pentingnya sikap rajin, mandiri, dan kreatif. Tak heran jika Mail menjadi salah satu karakter yang paling disukai dalam serial Upin & Ipin.





