Sineas dan fotografer legendaris asal Jerman, Wim Wenders, telah ditunjuk sebagai presiden juri untuk Berlin International Film Festival (Berlinale) ke-76. Pengumuman ini menempatkan Wenders, salah satu sosok paling berpengaruh di kancah perfilman internasional, pada posisi sentral dalam ajang bergengsi tersebut.
Wenders, yang telah berkecimpung di industri film selama lebih dari enam dekade, dikenal melalui karya-karyanya yang memukau. Film-filmnya kerap mengeksplorasi tema pencarian makna dan hubungan antar sesama, menginspirasi sineas muda, serta memikat penonton di seluruh dunia.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Berlinale ke-76 sendiri dijadwalkan akan berlangsung dari tanggal 12 hingga 22 Februari 2026. Selain penunjukan Wenders, aktris kenamaan Michelle Yeoh juga akan menerima penghargaan Honorary Golden Bear sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi dan pencapaian kariernya di sinema internasional selama empat dekade terakhir.
Dalam ringkasan Mureks, berikut adalah sepuluh film terbaik Wim Wenders yang telah mengukir sejarah dan meraih berbagai penghargaan internasional:
1. Paris, Texas (1984)
Film ini mengisahkan Travis (Harry Dean Stanton) yang kembali ditemukan di gurun Texas setelah menghilang selama empat tahun. Ia berusaha menata kembali hidupnya, dimulai dengan membangun hubungan kembali dengan putranya, kemudian melakukan perjalanan panjang untuk mencari keberadaan sang istri. Paris, Texas berhasil menyabet Palme d’Or, FIPRESCI Prize, dan Prize of the Ecumenical Jury di Cannes Film Festival 1984.
2. Until the End of the World (1991)
Kehidupan Claire (Solveig Dommartin) berubah drastis setelah selamat dari kecelakaan maut. Ia terlibat dengan dua perampok bank yang memintanya membawa uang ke Paris. Dalam perjalanannya, Claire bertemu buronan lain yang dikejar CIA karena memiliki alat perekam mimpi dan penglihatan.
3. Perfect Days (2023)
Hirayama (Koji Yakusho) menjalani kehidupan sederhana sebagai pembersih toilet umum di Tokyo. Meskipun rutinitasnya terkesan membosankan, Hirayama menemukan kebahagiaan dalam setiap kegiatannya. Film ini menjadi wakil Jepang untuk kategori Best International Feature Film di Oscar 2024 dan meraih penghargaan Best Actor untuk Koji Yakusho serta Prize of the Ecumenical Jury di Cannes Film Festival.
4. Wings of Desire (1987)
Para malaikat bertugas mengawasi penduduk Berlin yang terbagi, mendengarkan pikiran mereka, dan memberikan penghiburan tanpa terlihat. Salah satu malaikat, Damiel (Bruno Ganz), jatuh cinta pada seorang gadis bernama Marion (Solveig Dommartin). Cinta yang menggebu ini mendorong Damiel untuk meninggalkan tugasnya sebagai malaikat demi hidup di dunia fana. Wings of Desire mengoleksi belasan penghargaan dari festival film bergengsi seperti Cannes Film Festival dan São Paulo International Film Festival.
5. Faraway, So Close! (1993)
Sebagai sekuel dari Wings of Desire, film ini berfokus pada malaikat Cassiel (Otto Sander) yang memutuskan menjadi manusia setelah runtuhnya Tembok Berlin. Niatnya untuk mengakhiri penderitaan umat manusia di sekitarnya justru berhadapan dengan sisi gelap kehidupan, termasuk tindak kriminal dan dilema moral.
6. The American Friend (1977)
Jonathan (Bruno Ganz), seorang pembingkai lukisan, dimanipulasi oleh penipu asal Amerika bernama Tom (Dennis Hopper) untuk menjadi pembunuh bayaran. Hubungan rumit di antara keduanya semakin memburuk dan mengarah pada serangkaian pembunuhan di luar rencana awal mereka.
7. The Salt of the Earth (2014)
Dokumenter ini menyoroti perjalanan hidup fotografer Sebastião Salgado. Selama 40 tahun, Salgado mengabadikan konflik manusia di berbagai belahan dunia sebelum beralih memotret keajaiban alam. Melalui film ini, Wim Wenders mendapatkan nominasi Oscar untuk kategori Best Documentary dan menjadi primadona di Cannes Film Festival, Munich Film Festival, serta Palm Springs International Film Festival.
8. Alice in the Cities (1974)
Niat Philip (Rüdiger Vogler) untuk pulang ke Jerman dan beristirahat dari proyeknya di Amerika berantakan ketika seorang wanita menitipkan anaknya, Alice (Yella Rottländer), dan tidak pernah kembali. Philip pun terpaksa membantu Alice mengantarnya ke rumah sang nenek.
9. Kings of the Road (1976)
Film ini mengikuti Bruno (Rüdiger Vogler), seorang tukang servis proyektor keliling, dan Robert (Hanns Zischler), seorang psikolog depresi yang sempat mencoba bunuh diri. Keduanya bersama-sama menyusuri perbatasan Jerman Barat dan Timur, mengunjungi bioskop-bioskop tua yang mulai ditinggalkan penonton, sambil belajar memahami permasalahan dan perbedaan satu sama lain.
10. Buena Vista Social Club (1999)
Masuk nominasi Best Documentary di ajang Oscar, film ini mendokumentasikan upaya musisi Amerika, Ry Cooder, untuk menyatukan kembali sekelompok musisi legendaris Kuba yang terlupakan. Misi ini terbilang mustahil mengingat ketenaran mereka memudar setelah Revolusi Kuba pada tahun 1959.






