Tren

M. Rafli Resmi Dipinjamkan Arema FC, Impian ‘One Club Man’ Kandas di Tengah Musim BRI Super League 2025/2026

Muhammad Rafli, ikon Arema FC, dipastikan meninggalkan klub berjuluk Singo Edan tersebut pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026, demikian pantauan Mureks. Keputusan ini sekaligus mengakhiri status ‘one club man’ yang selama ini melekat pada Rafli di level senior, setelah delapan tahun hanya mengenakan seragam Arema FC sejak promosi ke tim utama pada 2017.

Peminjaman Rafli bukan didasari oleh isu sikap atau dedikasi, melainkan murni keputusan profesional yang diambil demi keberlangsungan karier dan menit bermain sang pemain. Bagi Arema FC, langkah ini merupakan bagian dari dinamika skuad dan persaingan ketat di dalam tim, yang menuntut klub untuk mengambil kebijakan objektif demi kepentingan bersama.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Profesionalisme Rafli dan Evaluasi Teknis Arema

M. Rafli menerima keputusan peminjaman ini dengan sikap dewasa. Ia menghormati evaluasi teknis yang dilakukan tim pelatih dan memilih untuk fokus pada pengembangan diri. Sebagai pemain profesional, Rafli menyatakan kesiapannya untuk memberikan kontribusi maksimal di klub tujuan, dengan prioritas utama mendapatkan menit bermain secara reguler.

Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos, menegaskan bahwa keputusan ini semata-mata demi kebaikan pemain. Santos juga menyoroti peran penting Rafli dalam sejarah klub. “Rafli telah memainkan peran penting dalam sejarah Arema FC baru-baru ini. Melalui dedikasi, profesionalisme, dan komitmen yang kuat kepada klub, Rafli secara konsisten menunjukkan rasa hormat kepada lambang klub dan kepada para pendukung, berkontribusi baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Marcos Santos.

Loyalitas Teruji, Masa Depan Tetap Terbuka

Santos menambahkan, loyalitas Rafli tidak pernah diragukan. Namun, realitas kompetisi menuntut adanya keputusan strategis. “Selama waktunya bersama Arema FC, Rafli menunjukkan tanggung jawab dan loyalitas terhadap proyek klub, membantu tim di momen-momen penting dan menjaga sikap positif dalam skuad,” jelas Santos.

Ia melanjutkan, “Etos kerja dan karakternya selalu dihargai oleh staf pelatih, manajemen, dan para penggemar.”

Manajemen Arema FC pun sejalan dengan pandangan tersebut. General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyebut Rafli sebagai pemain dengan attitude dan disiplin tinggi. Yusrinal juga menekankan pentingnya objektivitas dalam menilai hasil pertandingan. “Harapan kami, semua pihak agar bijak dan objektif dalam memberikan penilaian, bahwa hasil positif dan negatif sebuah pertandingan adalah hasil perjuangan kolektivitas tim dan atas instruksi serta arahan jajaran tim pelatih,” kata Yusrinal.

Mureks mencatat bahwa kepergian Rafli, meski hanya berstatus pinjaman, menandai era baru bagi sang pemain dan juga Arema FC dalam mengarungi sisa musim BRI Super League 2025/2026.

Mureks