L’Oréal, raksasa industri kecantikan global, memperkenalkan inovasi terbarunya di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026: sebuah masker wajah LED ultra-fleksibel berbahan silikon. Produk ini diklaim akan membawa perubahan signifikan di pasar masker LED kecantikan, menawarkan solusi anti-penuaan yang nyaman dan efektif.
Masker LED revolusioner ini dirancang dengan komponen internal yang sepenuhnya direkayasa ulang, memungkinkan perangkat tersebut terpasang dalam silikon ultra-tipis dan fleksibel. Desain ini menjamin kenyamanan maksimal saat digunakan, jauh berbeda dari masker LED konvensional yang seringkali kaku dan berat.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Terinspirasi Masker Lembaran, Atasi Kesenjangan Pasar
Guive Balooch, Global Vice President of Tech and Open Innovation di L’Oréal Groupe, menjelaskan bahwa pasar masker LED saat ini terbagi menjadi dua kategori utama. “Ada masker dengan LED bertenaga tinggi yang efektif, namun hadir dalam bingkai tebal dan padat yang ‘terlihat seperti helm di wajah Anda’,” ujar Balooch. Di sisi lain, tersedia pilihan yang lebih tipis namun kurang efektif dalam memberikan hasil.
Melihat kesenjangan ini, L’Oréal bertekad menciptakan opsi ketiga. “Kami ingin menciptakan sesuatu yang terinspirasi oleh masker lembaran,” kata Guive Balooch. “Sesuatu yang bisa tipis, lentur, fleksibel, tetapi bisa bekerja sebaik masker yang berada di level tertinggi secara teknis. Ini adalah solusinya.”
Untuk mewujudkan mikro-sirkuit internal yang fleksibel, L’Oréal menjalin kemitraan dengan iSMART, sebuah startup asal Inggris yang disebut Balooch sebagai pemimpin global dalam inovasi perangkat LED. “Karena sangat fleksibel, Anda bisa memasukkannya ke dalam sesuatu yang setebal 1mm dan itu hampir seperti masker lembaran,” jelas Balooch.
Menurut pantauan Mureks, inovasi ini berpotensi mengubah cara konsumen berinteraksi dengan teknologi perawatan kulit di rumah, menawarkan pengalaman yang lebih personal dan nyaman.
Fitur dan Manfaat Anti-Penuaan
Masker ini mampu memancarkan dua panjang gelombang cahaya yang sama dengan yang ditemukan pada masker bergaya helm: cahaya merah (630 nm) dan cahaya inframerah dekat (830 nm). Kedua panjang gelombang ini dirancang untuk mengatasi berbagai masalah kulit terkait penuaan, seperti mengurangi garis halus, mengencangkan dan menghaluskan kulit, serta membantu meratakan warna kulit.
Selain itu, masker ini dilengkapi dengan fitur-fitur yang mengutamakan kenyamanan dan kemudahan penggunaan. Sesi perawatan otomatis berlangsung selama 10 menit, durasi yang direkomendasikan untuk penggunaan harian. Masker ini juga nirkabel, dilengkapi dengan baterai ringan yang terletak di satu sisi dan dapat diisi ulang melalui USB-C.
Varian Bawah Mata dan Rencana Peluncuran
Bersamaan dengan masker wajah penuh, L’Oréal juga memperkenalkan dua versi yang lebih kecil, dirancang khusus untuk area bawah mata. Varian ini menggunakan mikro-sirkuit yang sama dan dibungkus dalam silikon lentur serupa. Versi bawah mata ini hadir dengan wadah pengisi daya yang menggunakan pengisian induksi, menyerupai cermin kompak.
Meskipun bantalan mini ini dapat menempel di wajah saat berbaring, L’Oréal sedang mengembangkan bantalan perekat hipoalergenik yang dapat digunakan sekitar 10 kali, memungkinkan pengguna untuk bergerak bebas saat memakainya. Tim juga tengah menjajaki serum lokal yang dapat merekatkan bantalan tanpa memerlukan perekat tambahan.
Saat ini, masker wajah dan varian bawah mata masih dalam bentuk prototipe. L’Oréal menargetkan peluncuran produk ini pada tahun 2027.
Referensi penulisan: www.techradar.com






