Liverpool memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di Liga Primer menjadi tujuh pertandingan pada Jumat (2/1/2026) dini hari WIB. Namun, skuad asuhan Arne Slot harus menelan pil pahit setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Leeds United di Anfield, sebuah hasil yang mengecewakan dan membuat frustrasi.
Jalannya Pertandingan: Peluang Terbuang dan Gol Dianulir
Laga Tahun Baru ini dimulai dengan tempo cukup hidup. Hugo Ekitike dan Florian Wirtz sempat menunjukkan performa menjanjikan di setengah jam pembuka, bahkan nyaris memecah kebuntuan. Namun, juara Inggris itu tampak kehabisan ide seiring berjalannya waktu, terutama di seperempat akhir pertandingan yang minim insiden.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Leeds United, yang tampil gigih, hampir saja mencuri tiga poin. Penyerang mereka, Dominic Calvert-Lewin, berhasil menyarangkan bola ke gawang Liverpool. Sayangnya, gol mantan striker Everton itu dianulir karena posisi offside, sebuah keputusan yang menyelamatkan The Reds dari kekalahan.
Insiden tersebut setidaknya membangkitkan Liverpool dari tidurnya. Mereka meningkatkan tekanan di menit-menit akhir pertandingan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Hasil imbang 0-0 ini menjadi peluang emas yang terbuang sia-sia bagi Liverpool untuk menjauh dari Manchester United dan Chelsea dalam persaingan ketat memperebutkan posisi keempat di klasemen Liga Primer.
Evaluasi Pemain Liverpool: Dari Kiper hingga Penyerang
Penampilan para pemain Liverpool di laga ini mendapat sorotan. Kiper Alisson Becker (6/10) tidak terlalu sibuk, namun hampir memberikan hadiah gol kepada Ethan Ampadu dengan operan kaki bagian luar yang buruk. Di lini belakang, Conor Bradley (6/10) menjalankan tugas pertahanannya, tetapi kurang memberikan kontribusi ofensif. Ibrahima Konate (6/10) dan Virgil van Dijk (6/10) tampil dominan, meski Van Dijk beruntung gol Calvert-Lewin dianulir. Andy Robertson (6/10) yang dipercaya di bek kiri, bertahan dengan rajin namun kurang mengancam.
Di lini tengah, Ryan Gravenberch (6/10) tampil stabil dan memenangkan banyak penguasaan bola, tetapi tidak sepenuhnya mengendalikan permainan. Curtis Jones (6/10) sangat hidup di awal laga, namun pengaruhnya memudar. Dominik Szoboszlai (6/10) menunjukkan etos kerja yang patut dicontoh, tetapi kurang menawarkan ancaman ofensif.
Lini serang juga tidak maksimal. Jeremie Frimpong (7/10) yang mengisi posisi Mohamed Salah (absen karena Piala Afrika), menyebabkan masalah bagi lawan dengan kecepatannya, namun sayangnya tidak berbuah gol. Hugo Ekitike (7/10) memimpin lini depan dengan baik dan menciptakan peluang untuk Wirtz, namun kekurangan suplai bola berkualitas. Florian Wirtz (6/10) sangat terlibat di babak pertama, tetapi kesulitan setelah jeda dan ditarik keluar setelah 66 menit, yang menurut Mureks, turut menghilangkan harapan Liverpool untuk menciptakan sesuatu.
Dampak Pergantian Pemain dan Taktik Arne Slot
Pergantian pemain yang dilakukan Arne Slot di babak kedua juga gagal memberikan dampak signifikan. Milos Kerkez (5/10) menggantikan Robertson, Alexis Mac Allister (5/10) menggantikan Jones, dan Cody Gakpo (5/10) masuk menggantikan Wirtz, namun tidak ada yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Federico Chiesa dan Rio Ngumoha yang masuk di menit-menit akhir juga tidak memiliki waktu cukup untuk berbuat banyak.
Arne Slot (5/10) sendiri mendapat sorotan atas keputusannya. Meskipun memainkan Frimpong di sayap kanan berjalan cukup baik, pergantian pemainnya di babak kedua tidak efektif. Liverpool mungkin berada dalam tren yang lumayan, namun performa mereka tetap sangat buruk. Slot memiliki banyak pekerjaan rumah untuk mengembalikan tim ini ke performa terbaiknya.






