Tren

Liam Rosenior: “Waktu Persiapan Sangat Terbatas” Jadi Alasan Tak Debut Lawan Fulham

Pelatih kepala anyar Chelsea, Liam Rosenior, memilih untuk tidak memimpin timnya secara langsung saat menghadapi Fulham dalam lanjutan Liga Inggris pada Kamis (8/1/2026) dini hari WIB. Keputusan ini diambil menyusul waktu persiapan yang dinilai terlalu singkat setelah ia resmi ditunjuk sebagai juru taktik The Blues.

Dalam laga yang digelar di Craven Cottage tersebut, Chelsea harus mengakui keunggulan Fulham dengan skor tipis 2-1. Gol-gol kemenangan Fulham dicetak oleh Raul Jimenez dan Harry Wilson, sementara Chelsea hanya mampu membalas melalui Liam Delap. Situasi kian sulit bagi Chelsea setelah Marc Cucurella diganjar kartu merah pada menit ke-22.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Rosenior sendiri baru saja menandatangani kontrak berdurasi enam tahun dengan Chelsea, menggantikan posisi Enzo Maresca yang sebelumnya menukangi klub London tersebut. Ia direkrut dari Strasbourg dan langsung bergabung dengan tim dalam perjalanan tandang ke markas Fulham.

Meski demikian, Rosenior merasa belum siap untuk memimpin tim dari pinggir lapangan. Ia memilih untuk menyaksikan pertandingan dari tribun penonton, ditemani oleh salah satu pemilik klub, Behdad Eghbali. Sementara itu, tugas memimpin tim di lapangan diemban oleh pelatih interim Calum McFarlane.

Alasan di Balik Keputusan Rosenior

Kepada Sky Sports, Rosenior menjelaskan bahwa keterbatasan waktu menjadi faktor utama keputusannya. “Perjalanan, tapi terutama karena Calum melakukan pekerjaan luar biasa melawan Manchester City,” ujarnya, merujuk pada performa tim di bawah McFarlane sebelumnya. “Saya pikir penampilan para pemain, terutama di babak kedua, energi, intensitas, dan kualitas permainan mereka sangat baik.”

Ia menambahkan, “Bukan hanya Calum, tapi Harry juga mendukung para pemain di saat sulit dengan cara yang luar biasa. Saya baru terbang dari Strasbourg kemarin pagi, jadi waktu persiapan sangat terbatas untuk menanamkan kerja taktikal yang saya inginkan.” Penjelasan ini, menurut Mureks, menunjukkan komitmen Rosenior untuk memastikan tim mendapatkan persiapan taktis optimal sebelum ia mengambil alih kendali penuh.

Rosenior juga memberikan apresiasi kepada staf pelatih interim. “Keputusan ini diambil untuk memberi McFarlane ruang mengatur tim karena pelatih interim sebelumnya baru saja memimpin hasil imbang melawan Manchester City,” jelasnya, menunjukkan kepercayaan penuh kepada staf yang ada.

Kepercayaan Penuh pada Staf Interim

Calum McFarlane, yang memimpin tim di lapangan, memuji sikap profesionalisme Rosenior. “Dia menonton latihan dan saya berbicara dengannya setelahnya, tapi karena dia datang terlambat, dia menyerahkan persiapan kepada kami,” kata McFarlane. “Dia memberi kami kebebasan memilih tim dan taktik. Dia sangat menghormati dan mempercayai kami, membiarkan kami bekerja sebelum dia memulai latihan besok.”

McFarlane melanjutkan, “Rosenior memberi kepercayaan penuh, dan itu membantu kami tetap fokus menjalankan strategi yang telah disiapkan. Itu sangat penting bagi tim.” Kepercayaan ini memungkinkan staf interim untuk tetap fokus pada strategi yang telah mereka siapkan.

Debut Resmi di Piala FA

Liam Rosenior dijadwalkan akan memimpin sesi latihan penuh untuk tim utama pada Kamis ini, sebelum akhirnya melakukan debut resminya di pinggir lapangan. Kesempatan pertama bagi pelatih berusia 41 tahun itu akan datang saat Chelsea menghadapi Charlton di ajang Piala FA.

Rosenior menyatakan antusiasmenya menyambut debut tersebut. “Super excited, saya tidak sabar,” ungkapnya. “Sejak muda saya selalu ingin menjadi pelatih, dan kesempatan ini di tahap karier saya sangat berarti.”

Ia menegaskan fokus utamanya adalah membawa kemenangan bagi klub. “Fokus terbesar saya bukan soal menjadi pelatih Chelsea, tapi menjadi pelatih Chelsea yang menang,” tegas Rosenior. “Kami harus langsung tancap gas untuk sisa musim ini.”

Mureks