Liam Rosenior, pelatih kepala Strasbourg, dilaporkan telah menyetujui tawaran untuk menjadi manajer baru Chelsea, menggantikan Enzo Maresca. Pria berusia 41 tahun ini berpotensi menjadi pelatih termuda ketiga di Premier League jika resmi bergabung dengan The Blues.
Prestasi Gemilang di Strasbourg
Sejak mengambil alih kemudi Strasbourg pada Juli 2024, Rosenior telah menunjukkan kapasitas manajerial yang mengesankan. Ia berhasil membawa klub tersebut finis di posisi ketujuh Ligue 1 pada akhir musim 2024-25, sekaligus mengamankan tiket ke UEFA Conference League.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Di bawah kepemimpinannya, Le Racing juga mencapai babak 16 besar Coupe de France. Hingga Selasa, 06 Januari 2026, Strasbourg menempati peringkat ketujuh Ligue 1 setelah 16 pertandingan liga. Mereka juga berhasil memuncaki grup pada fase grup UEFA Conference League 2025–26, memastikan lolos ke babak 16 besar. Timnya dijadwalkan menghadapi Avranches di babak 32 besar Coupe de France pada pertengahan Januari.
Pengalaman di Tanah Inggris
Sebelum melatih di Prancis, Rosenior memiliki rekam jejak di sejumlah klub Inggris. Ia pernah meraih kesuksesan sebagai pelatih kepala Hull City, bahkan dinominasikan untuk penghargaan EFL Championship Manager of the Season.
Pada musim 2023-24, Rosenior membawa The Tigers finis di posisi ketujuh EFL Championship, hanya terpaut tiga poin dari zona playoff. Namun, ia dipecat oleh pemilik Hull, Acun Ilicali, karena perbedaan pendapat mengenai gaya bermain klub.
Sebelumnya, Rosenior juga sempat menjabat sebagai manajer interim Derby County pada Juni 2022, menggantikan Wayne Rooney. Selama memimpin The Rams, ia mencatatkan persentase kemenangan 58,3%. Namun, Derby memecatnya dari jabatan manajer pada September 2022 saat klub mencari manajer permanen.
Potensi untuk Chelsea
Menurut Athlon Sport, Rosenior dikenal unggul dalam menangani tim muda. Kemampuannya memaksimalkan potensi skuad muda Strasbourg menjadi salah satu alasan kuat mengapa Chelsea diyakini akan diuntungkan dengan merekrutnya. Mureks mencatat bahwa, jika diberi kendali manajerial penuh di Stamford Bridge, Rosenior berpotensi melakukan hal serupa untuk skuad muda The Blues.






