Tren

LG Energy Solution Catat Kerugian Operasional Tak Terduga Akibat Anjloknya Permintaan EV Global

LG Energy Solution Ltd. (LGES), produsen baterai terbesar di Korea Selatan, mencatatkan kerugian operasional sementara yang mengejutkan pada kuartal keempat 2025. Perusahaan melaporkan kerugian sebesar 122 miliar won (sekitar US$83,8 juta) dalam tiga bulan yang berakhir pada 31 Desember, jauh meleset dari ekspektasi analis yang memperkirakan laba.

Kerugian ini dipicu oleh penurunan signifikan permintaan kendaraan listrik (EV) di pasar-pasar utama global, yang memperburuk prospek bisnis bagi raksasa baterai tersebut.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Angka kerugian 122 miliar won tersebut kontras dengan proyeksi analis yang sebelumnya memprediksi LGES akan membukukan laba sebesar 33,1 miliar won. Meskipun demikian, kerugian ini menyusut dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana LGES mencatat kerugian operasional 225,5 miliar won pada kuartal keempat 2024.

Menurut catatan Mureks, pendapatan perusahaan juga mengalami penurunan 4,8% menjadi 6,1 triliun won. Tanpa adanya kredit pajak manufaktur canggih dari Amerika Serikat (AS), kerugian operasional LGES bahkan akan membengkak menjadi 454,8 miliar won.

LGES dijadwalkan akan merilis laporan keuangan final untuk kuartal keempat dan tahun penuh 2025 pada akhir bulan ini.

Mureks