Las Vegas, Mureks – Lego Group, produsen mainan balok ikonik asal Denmark, secara resmi memperkenalkan inovasi terbarunya, Smart Brick, dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas. Produk ini digadang-gadang sebagai evolusi paling signifikan dalam 50 tahun terakhir bagi dunia mainan balok, menyamai dampak peluncuran minifigure pada tahun 1978.
Smart Brick merupakan bagian integral dari sistem bermain interaktif baru yang diberi nama SMART Play. Menurut Mureks, inovasi ini mengubah balok Lego standar berukuran 2×4 menjadi sebuah komputer mini yang mampu menghadirkan pengalaman bermain lebih responsif dan dinamis tanpa ketergantungan pada layar eksternal.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Teknologi di Balik Balok Cerdas
Balok cerdas ini dilengkapi dengan berbagai sensor canggih, meliputi sensor cahaya, gerak, dan suara. Kemampuan komunikasinya didukung oleh jaringan Bluetooth mesh, yang memungkinkan Smart Brick mendeteksi posisi, orientasi, serta berinteraksi dengan balok lain yang kompatibel. Dengan demikian, Smart Brick dapat menghasilkan efek seperti cahaya, suara, dan aksi spesifik berdasarkan konteks permainan.
Lego menjelaskan bahwa Smart Brick dirancang untuk bereaksi terhadap lingkungan serta balok dan minifigure yang dilengkapi dengan tag khusus. Meskipun berteknologi tinggi, Lego menegaskan bahwa sistem ini tidak menggunakan kecerdasan buatan (AI) ataupun kamera. Filosofi utamanya tetap mempertahankan esensi bermain fisik yang mengandalkan imajinasi, tanpa harus terpaku pada layar.
Sebagai contoh, sensor di dalam Smart Brick dapat memicu efek berbeda sesuai skenario. Sebuah balok yang menjadi bagian dari pesawat ruang angkasa bisa mengeluarkan suara mesin saat digerakkan, sementara balok lain dapat menyalakan lampu atau memicu suara kontekstual saat ditempatkan dalam bangunan tertentu. Fitur responsif ini menggabungkan kreativitas tradisional Lego dengan interaktivitas digital, membuka dimensi baru dalam bermain.
Ekosistem SMART Play dan Peluncuran Perdana
Inovasi ini merupakan fondasi dari ekosistem baru Lego SMART Play, sebuah platform yang memungkinkan pemain mengombinasikan komponen Lego tradisional dengan Smart Tags dan Smart Minifigures untuk menciptakan pengalaman bermain yang lebih imersif.
- Smart Tags: Potongan kecil dengan ID digital yang menginformasikan Smart Brick mengenai fungsi khusus suatu bagian.
- Smart Minifigures: Membawa identitas digital unik untuk memicu respons permainan, seperti dialog atau efek suara tertentu.
Komunikasi antar elemen Lego ini dilakukan melalui jaringan Bluetooth mesh yang disebut BrickNet. Sistem ini memungkinkan balok-balok saling “berbicara” secara nirkabel tanpa memerlukan perangkat eksternal atau koneksi internet, mencerminkan pendekatan “plug and play” yang sederhana.
Lego mengumumkan bahwa tiga set pertama yang akan mengintegrasikan Smart Brick dijadwalkan meluncur pada 1 Maret 2026. Penjualan awal atau pre-order untuk set-set ini akan dibuka mulai 9 Januari 2026. Ketiga set perdana ini berasal dari seri Lego Star Wars SMART Play, termasuk model populer seperti Luke’s Red Five X-Wing dan Darth Vader’s TIE Fighter. Set-set ini dirancang untuk menggabungkan elemen tradisional Lego dengan teknologi baru, memungkinkan pemain menghidupkan cerita Star Wars dengan suara mesin dan efek suara perang yang dipicu secara otomatis.
Reaksi Komunitas dan Visi Lego
Kehadiran Smart Brick memicu beragam reaksi di kalangan komunitas penggemar Lego. Beberapa pihak menyambut antusias ide bermain yang lebih interaktif dan kreatif, melihatnya sebagai langkah maju yang inovatif. Namun, sebagian lain menyuarakan kekhawatiran bahwa teknologi ini berpotensi mengubah sifat permainan tradisional Lego yang selama ini dikenal fokus pada imajinasi bebas tanpa panduan digital.
Terlepas dari perbedaan pendapat, banyak pihak sepakat bahwa Smart Brick menandai babak baru bagi produk Lego. Kehadiran Smart Brick sebagai komponen sentral dari SMART Play dinilai sebagai langkah strategis Lego untuk tetap relevan di era teknologi modern. Mureks mencatat bahwa Lego berupaya menghadirkan inovasi tanpa meninggalkan nilai klasiknya, dengan kreativitas fisik dan digital dapat saling melengkapi, serta mempertahankan esensi permainan balok yang telah dicintai selama puluhan tahun.
Referensi penulisan: www.medcom.id






