Aktris Kristen Stewart secara terbuka menyatakan ketertarikannya untuk menyutradarai proyek reboot waralaba film vampir Twilight. Pernyataan ini muncul dalam wawancara terbarunya dengan Entertainment Tonight, yang kemudian dilansir oleh Mashable Indonesia, di mana Stewart menegaskan kesiapan penuhnya apabila kesempatan tersebut benar-benar terwujud.
Twilight, yang pertama kali dirilis pada tahun 2008, merupakan titik balik signifikan dalam karier Stewart di industri perfilman Hollywood. Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap para sutradara film-film sebelumnya.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
“Saya sangat ingin. Dengar, saya mencintai apa yang dilakukan Catherine (Hardwicke), saya mencintai apa yang dilakukan Chris (Weitz), saya mencintai apa yang dilakukan semua sutradara di film-film itu,” ujar Stewart.
Menurut Stewart, para sutradara terdahulu memiliki ciri khas yang kuat dan keberanian dalam menerjemahkan cerita ke layar lebar. “Mereka sangat menjadi diri mereka sendiri dan aneh, agak nyeleneh, dan begitu hadir pada masa itu ketika mereka sebenarnya belum benar-benar tahu akan menjadi apa, seperti sebelum semuanya meledak,” tambahnya.
Pernyataan Stewart ini menjadi sorotan mengingat Twilight bukan sekadar proyek lama dalam filmografinya, melainkan sebuah fenomena budaya pop global. Film yang diadaptasi dari novel karya Stephenie Meyer ini melahirkan empat sekuel dan menjelma menjadi salah satu waralaba paling sukses di dunia. Mureks mencatat bahwa secara keseluruhan, kelima film Twilight berhasil meraup pendapatan lebih dari 3 miliar USD di box office global, menjadikannya tonggak penting dalam perfilman remaja era 2000-an.
Stewart menambahkan bahwa jika ia benar-benar dipercaya menyutradarai reboot Twilight, dukungan penuh dari studio dan penggemar menjadi faktor krusial. Ia secara terbuka menyebut kebutuhan akan anggaran besar dan kepercayaan kreatif.
“Ya, tentu saja, aku akan melakukan remake-nya,” kata Stewart. “Aku melakukannya! Aku berkomitmen!”
Dalam waralaba tersebut, Stewart dikenal luas melalui perannya sebagai Bella Swan, beradu akting dengan Robert Pattinson yang memerankan Edward Cullen dan Taylor Lautner sebagai Jacob Black. Film pertamanya tayang pada 2008, disusul New Moon (2009), Eclipse (2010), Breaking Dawn – Part 1 (2011), dan Breaking Dawn – Part 2 (2012). Kelima film ini berhasil membangun basis penggemar fanatik di seluruh dunia dan menjadi simbol kuat genre romansa vampir.
Meski Stewart menunjukkan antusiasme tinggi terhadap gagasan reboot, sikap serupa belum tentu datang dari Robert Pattinson. Aktor asal Inggris tersebut pernah mengungkapkan pengalamannya yang tidak sepenuhnya menyenangkan selama proses produksi Twilight.
Dalam wawancara dengan majalah GQ pada tahun 2022, Pattinson mengaku sering merasa frustrasi karena perbedaan pandangan kreatif dengan pihak studio. “Aku ingin membuatnya seartistik mungkin,” ujar Pattinson kala itu. Ia menyebut adanya ketegangan karena studio merasa khawatir jika film dibuat terlalu gelap dan emosional.
“Kami punya ketegangan aneh karena studio takut membuat sesuatu yang terlalu emo dan semacamnya. Padahal menurutku, itulah satu-satunya cara untuk memerankannya. Aku menghabiskan begitu banyak waktu di lokasi syuting dalam keadaan marah. Aku tidak percaya dengan caraku bersikap setengah dari waktu itu,” tuturnya.
Di sisi lain, ketertarikan Stewart pada kursi sutradara bukanlah hal baru. Ia baru saja melakoni debut penyutradaraannya lewat film The Chronology of Water, sebuah drama yang mengangkat kisah perempuan yang berjuang menghadapi trauma masa kecil melalui olahraga renang dan dunia tulis-menulis. Film tersebut dibintangi Imogen Poots, Thora Birch, dan Jim Belushi, serta mendapat perhatian luas dari kalangan kritikus.
Berkat film itu, Stewart masuk dalam daftar tahunan Variety 10 Directors to Watch untuk tahun 2026, sebuah pengakuan bergengsi bagi para sineas yang dinilai memiliki visi dan potensi besar di masa depan. Pencapaian ini semakin menguatkan posisi Stewart sebagai figur kreatif yang tidak hanya kuat di depan kamera, tetapi juga di balik layar.
Dengan rekam jejak sebagai aktor papan atas sekaligus sutradara pendatang baru yang diperhitungkan, wacana Kristen Stewart menyutradarai reboot Twilight membuka kemungkinan baru bagi waralaba legendaris tersebut. Meski masih bersifat hipotetis, pernyataan lugas Stewart menunjukkan bahwa ide itu bukan sekadar angan-angan, melainkan komitmen yang siap diwujudkan jika kesempatan datang.






