Olahraga

Konflik Internal Bayangi Chelsea, Masa Depan Enzo Maresca di Stamford Bridge Dipertanyakan

Konflik internal melanda Chelsea pada hari pertama tahun 2026, memicu spekulasi serius mengenai masa depan manajer Enzo Maresca di Stamford Bridge. Ketegangan antara manajemen dan arsitek asal Italia itu disebut-sebut telah mencapai puncaknya.

Maresca kini terancam meninggalkan kursi kepelatihan The Blues menyusul serangkaian hasil minor dan ketidaksepahaman yang terus memanas. Situasi ini, menurut laporan Football London, akan bergantung pada performa tim sepanjang Januari 2026.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Performa Inkonsisten dan Ujian Berat di Januari

Chelsea memang sedang dalam periode inkonsisten. Mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir di Premier League, dengan empat hasil imbang dan dua kekalahan. Ini menjadi sorotan tajam bagi Maresca yang dituntut segera memperbaiki performa Estevao Willian dan kawan-kawan.

Bulan Januari 2026 akan menjadi penentu. The Blues sudah dinanti sederet lawan tangguh, termasuk Manchester City di Premier League dan Napoli di Liga Champions. Hasil dari laga-laga krusial ini akan menjadi “penghakiman” bagi Maresca, demikian Mureks mencatat bahwa tekanan semakin meningkat.

Sikap Manajemen: Formalitas atau Keputusan Segera?

Namun, pakar transfer Italia, Fabrizio Romano, memberikan informasi yang sedikit berbeda. Menurut Romano, ketegangan yang terjadi telah mendorong klub dan Maresca untuk mempertimbangkan masa depan kerja sama mereka secara lebih cepat. Keputusan mengenai masa depan Maresca disebut akan segera diambil tanpa harus menunggu hasil pertandingan di Januari 2026. Kedua belah pihak saat ini sedang dalam tahap diskusi intensif untuk menemukan titik terang secepat mungkin.

Akar Konflik: Dari Keluhan Hingga Absennya Konferensi Pers

Konflik ini ternyata bukan hal baru. Bibit-bibit ketegangan sudah muncul sejak Chelsea meraih kemenangan 2-0 atas Everton pada 13 Desember 2025. Dalam konferensi pers pasca-laga, Maresca secara terbuka mengeluh tidak mendapat dukungan penuh dari manajemen, yang ia nilai berkontribusi pada turbulensi performa tim.

Keluhan tersebut diduga kuat berasal dari kekecewaan Maresca sejak bursa transfer musim panas 2025. Saat itu, Maresca memiliki permintaan khusus terkait pembelian pemain yang tidak dipenuhi oleh manajemen klub.

Puncaknya terjadi setelah hasil imbang 2-2 kontra Bournemouth pada Rabu dini hari WIB, 31 Desember 2025. Maresca dilaporkan sangat marah, kesal, dan kecewa, hingga memutuskan untuk tidak hadir dalam sesi konferensi pers pasca-pertandingan.

Willy Caballero, yang menggantikan Maresca dalam konferensi pers tersebut, menyatakan bahwa manajer tidak dapat memenuhi kewajibannya karena sakit. Namun, laporan dari Sky Sports membantah klaim tersebut, menyebutkan bahwa Maresca sebenarnya tidak sakit, melainkan sedang mempertimbangkan secara serius masa depannya di Chelsea.

Mureks