Kodim 0827 Sumenep mengerahkan anggotanya untuk memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Langkah ini diambil guna memastikan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto tersebut berjalan sesuai ketentuan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Komandan Kodim 0827 Sumenep, Letkol Arm Bendi Wibisono, menegaskan pentingnya program ini. “Ini kami lakukan karena Program MBG ini memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, sesuai dengan visi Presiden RI dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan cerdas,” ujar Letkol Bendi saat menghadiri peluncuran MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mitra Mandiri Nurul Karomah, Desa Bunbarat, Kecamatan Rubaru, Sumenep, Jawa Timur, Sabtu (10/1/2026).
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Selain aspek gizi dan kesehatan, program ini juga dinilai memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian lokal. Letkol Bendi menambahkan, “Program ini juga membuka lapangan kerja bagi warga. Selain itu, pelaku UMKM di sekitar dapur SPPG ikut terlibat sebagai pemasok bahan baku sehingga roda ekonomi masyarakat bergerak.”
SPPG Yayasan Mitra Mandiri Nurul Karomah, yang berlokasi di Desa Bunbarat, Kecamatan Rubaru, Sumenep, melayani 56 lembaga pendidikan dengan total 2.833 siswa sebagai penerima manfaat. Program ini merupakan bagian dari kebijakan strategi nasional dalam rangka penyediaan gizi anak serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Indra Wahyudi, Pengelola SPPG Yayasan Mitra Mandiri Nurul Karomah, menggarisbawahi dampak sosial dan ekonomi MBG yang signifikan. Ia menjelaskan, program ini tidak hanya sebatas pendistribusian makanan bergizi, tetapi juga mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.
“Dengan keberadaan SPPG ini, warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan kini sudah bisa bekerja melalui pengoperasian SPPG ini. Tentu hal Ini merupakan manfaat nyata yang langsung dirasakan masyarakat,” jelas Indra.
Selain itu, Program MBG juga mampu mendorong pertumbuhan UMKM lokal. “Para pemasok hasil bumi, seperti sayur mayur, daging ayam, telur, dan komoditas lainnya, dapat langsung menjual produknya ke dapur SPPG. Tentu ini sangat membantu perekonomian mereka,” tambahnya. Catatan Mureks menunjukkan, program serupa di berbagai daerah juga telah berhasil menggerakkan ekonomi mikro masyarakat.
Peluncuran dapur MBG tersebut turut dihadiri oleh Kepala SPPG Zaki, Danramil 0827/13 Rubaru Kapten Inf Untung Teguh Santoso, Kapolsek Rubaru AKP M Haqqul, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. Indra Wahyudi menyatakan keyakinannya bahwa dengan adanya kerja sama antara TNI dan masyarakat, pelaksanaan program MBG di SPPG Yayasan Mitra Mandiri Nurul Karomah akan berjalan sesuai harapan.





