Hiburan

Kisah Pilu di Balik Pembaruan Dwarf Fortress: Ibu Tak Lagi Mencari Bayi Hantu

Game simulasi fantasi legendaris, Dwarf Fortress, kembali mencuri perhatian dengan catatan pembaruan yang unik. Dikenal dengan daftar perbaikan bug yang seringkali absurd dan menggelitik, pembaruan pertama di tahun 2026 ini justru menghadirkan kisah yang menyentuh hati.

Pembaruan Pilu: Ibu Tak Lagi Mencari Bayi Hantu

Jika sebelumnya kita disuguhi perbaikan seperti “Made the corpses of small animals that die out of water stop teleporting” atau “Bug: Ghost of vampires still drink blood,” kali ini update 53.09 membawa sebuah perbaikan bug yang sarat tragedi: “Mothers no longer seek ghostly babies.” Perbaikan ini secara tidak langsung menuliskan cerita enam kata yang lebih menyedihkan dari kisah sepatu bayi yang tidak pernah dipakai.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Mekanisme Hantu dan Dampaknya pada Gameplay

Bagi pemain yang belum terbiasa, mengurus jenazah penghuni benteng adalah salah satu tugas krusial dalam Dwarf Fortress. Ketika seorang kurcaci tewas akibat berbagai bahaya, pemain tidak hanya kehilangan pekerja dan menghadapi dampak emosional pada kerabat yang berduka. Jika jenazah kurcaci tidak dikuburkan atau diperingati dengan layak, ada kemungkinan arwah mereka akan kembali menghantui benteng, menambah penderitaan bagi mereka yang masih hidup.

Dalam skenario terburuk, benteng bisa saja dihantui oleh bayi hantu. Lebih lanjut, para ibu kurcaci diprogram untuk mencari dan menggendong bayi mereka hingga usia 12 bulan, sebelum mereka menjadi anak-anak yang mandiri. Ironisnya, naluri ini—hingga kini—berlaku juga untuk bayi hantu.

Jika gagasan seorang ibu yang begitu putus asa ingin memeluk anaknya hingga secara naluriah mencari arwahnya belum cukup menyedihkan, hal ini juga dapat menyebabkan masalah produktivitas. Kurcaci hantu terkadang muncul untuk menghantui tempat mereka meninggal. Jika seorang anak kurcaci tenggelam atau jatuh ke jurang—hal-hal buruk memang sering menimpa anak kurcaci—tempat kematian mereka mungkin tidak dapat diakses oleh ibu yang berduka.

Akibatnya, sang ibu bisa terjebak dalam “purgatory” atau limbo, terus-menerus mencoba namun gagal menemukan jalan menuju bayi hantunya. Ia akan mengabaikan semua tugas dan prioritas lainnya, bahkan berpotensi mati karena dehidrasi. Menurut Mureks, situasi ini seringkali menjadi dilema moral dan strategis bagi para pemain.

Dengan pembaruan 53.09, para ibu kurcaci kini lebih “terukur” dalam kesedihan mereka, menyelamatkan mereka dari penderitaan yang bertumpuk. Namun, dalam menyelesaikan satu tragedi, simulasi seringkali menciptakan yang lain: kini, jika bayi kurcaci hantu berlama-lama di terowongan yang jauh, tangisannya tidak akan lagi terdengar. Selain perbaikan bug yang mengharukan ini, pembaruan tersebut juga menambahkan beberapa potret makhluk yang diperbarui.

Mureks