Jauh sebelum petualangan Bilbo Baggins dan kekuatan Cincin Tunggal, sebuah legenda epik dari dunia Middle-earth terungkap kembali. Film animasi fantasi The Lord of the Rings: The War of the Rohirrim (2024) membawa penonton menyelami sejarah kelam Kerajaan Rohan, berpusat pada sosok Raja Helm Hammerhand dan putrinya yang tangguh, Héra.
Disutradarai oleh Kenji Kamiyama, film berdurasi 134 menit ini menghadirkan narasi yang kuat, disuarakan oleh aktor-aktor ternama seperti Miranda Otto sebagai Éowyn yang bertindak sebagai pencerita, Brian Cox sebagai Helm Hammerhand, dan Luke Pasqualino sebagai Wulf. Film ini diproduksi oleh New Line Cinema, Warner Bros. Animation, dan WingNut Films, dengan rating PG-13 dan mendapatkan penilaian 6.9/10 dari kritikus, serta 6.3/10 untuk trailernya.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Asal Mula Legenda Rohan
Kisah ini berlatar sekitar dua ratus tahun sebelum peristiwa trilogi utama Lord of the Rings. Éowyn mengisahkan perjalanan Héra, seorang putri Rohan yang bercita-cita menjadi shieldmaiden. Héra digambarkan sebagai sosok yang keras kepala, mandiri, dan tidak memiliki ketertarikan pada pernikahan, meskipun perjodohan politik dianggap krusial bagi masa depan kerajaan.
Konflik mulai memanas ketika Freca, seorang bangsawan Dunlending, bersama putranya, Wulf, yang merupakan teman masa kecil Héra, datang ke aula Raja Helm. Freca murka mengetahui Héra dijodohkan dengan bangsawan Gondor. Ia berupaya memaksakan pernikahan antara Wulf dan Héra sebagai siasat licik untuk merebut takhta Rohan. Wulf sendiri menyimpan perasaan pada Héra, namun cintanya tak berbalas.
Ketegangan memuncak saat Helm dan Freca terlibat adu jotos di luar aula. Tanpa sengaja, Helm membunuh Freca dengan satu pukulan, sebuah peristiwa yang membuatnya dijuluki Hammerhand. Menurut Mureks, insiden ini menjadi titik balik penting yang memicu serangkaian kejadian tragis.
Dendam, Pengkhianatan, dan Perang Besar
Hancur oleh kematian ayahnya, Wulf pergi dan menghilang selama bertahun-tahun, menyimpan dendam yang membara. Suatu hari, Héra dan sepupunya, Fréaláf, menemukan jasad prajurit Southron yang dulunya penjinak mûmakil. Mûmak yang mengamuk menyerang mereka, namun Héra berhasil mengalahkannya dengan kecerdikan, memancing makhluk itu ke danau tempat Watcher in the Water bersembunyi.
Tak lama kemudian, Héra diculik oleh Targg, jenderal setia Freca, dan dibawa ke Isengard. Di sana, Héra mendapati Wulf telah menjadi pemimpin besar kaum Dunlending dan para pemberontak suku bukit. Demi menghentikan perang, Héra menawarkan pernikahan, namun akhirnya diselamatkan oleh Fréaláf dan bibinya, Olwyn.
Wulf tetap melancarkan invasi ke Rohan. Raja Helm menolak rencana evakuasi Edoras ke Dunharrow dan mengusir Fréaláf, menganggapnya pengecut. Saat persiapan perang berlangsung, Héra menemukan pengkhianatan Lord Thorne yang berusaha membunuhnya. Dengan keberanian, Héra dan kudanya berhasil menyingkirkannya.
Menyadari pasukan ayahnya kalah jumlah, Héra memimpin evakuasi warga ke Hornburg. Dalam pertempuran brutal, Wulf membunuh Haleth, putra Helm, lalu menangkap dan membunuh Hama tepat di depan sang raja. Musim dingin pun tiba, dan Wulf mengepung Hornburg dengan pengepungan panjang serta menara raksasa, menandai awal legenda kelam yang akan dikenang Rohan selamanya.
Daftar Pemeran Suara
- Brian Cox sebagai Helm Hammerhand
- Miranda Otto sebagai Éowyn
- Lorraine Ashbourne sebagai Olwyn
- Shaun Dooley sebagai Freca
- Luca Pasqualino sebagai Wulf
- Gaia Wise sebagai Héra
- Benjamin Wainwright sebagai Haleth
- Michael Wildman sebagai General Targg
- Alex Jordan sebagai Lord Frygt
- Christopher Lee sebagai Saruman the White
- Yazdan Qafouri sebagai Hama
- Laurence Ubong Williams sebagai Fréaláf






