Olahraga

Kiprah Empat Pelatih Belanda di Super League 2025/2026: Antara Kejutan dan Perjuangan Adaptasi

Jumat, 02 Januari 2026 – Sepak bola Belanda dikenal sebagai salah satu kiblat pengembangan talenta, tidak hanya pemain, tetapi juga pelatih. Banyak juru taktik asal Negeri Kincir Angin yang tersebar di berbagai kompetisi dunia, termasuk di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League. Musim 2025/2026 ini, Mureks mencatat ada empat pelatih asal Belanda yang menukangi klub-klub Super League, dengan performa yang bervariasi.

Jean-Paul van Gastel dan Kejutan PSIM Yogyakarta

Jean-Paul van Gastel menjadi salah satu nama yang paling mencuri perhatian. Pelatih berusia 53 tahun ini sukses membawa PSIM Yogyakarta, tim promosi, tampil mengejutkan di Super League 2025/2026. Hingga awal Januari 2026, PSIM bertengger di peringkat kelima klasemen sementara dengan raihan 24 poin dari 6 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 3 kekalahan.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Kiprahnya di PSIM yang dimulai Juni 2025 ini merupakan pengalaman pertamanya melatih klub Indonesia. Sebelumnya, Van Gastel memiliki rekam jejak mentereng sebagai bagian dari tim kepelatihan Feyenoord yang menjuarai Eredivisie Belanda musim 2016/2017.

Johnny Jansen Pimpin Misi Baru Bali United

Bali United memilih Johnny Jansen untuk menahkodai Serdadu Tridatu di musim 2025/2026, menggantikan Stefano Cugurra yang telah enam tahun bersama klub. Jansen, yang kini berusia 50 tahun, dipercaya berkat pengalamannya melatih di level tertinggi.

Sebelum ke Bali United, Jansen memulai karier kepelatihan dari tim junior hingga senior Heerenveen, dan pernah melatih PEC Zwolle di kasta tertinggi Belanda. Ia juga sempat merasakan atmosfer sepak bola Asia bersama Safa Beirut SC. Di bawah arahannya, Bali United telah melakoni 15 pertandingan dengan catatan 5 kemenangan, 6 imbang, dan 4 kekalahan, menempatkan mereka di peringkat kedelapan klasemen sementara.

Jan Olde Riekerink: Konsistensi dan Tantangan di Dewa United

Jan Olde Riekerink memasuki musim ketiganya bersama Dewa United. Pelatih yang ditunjuk sejak Januari 2023 ini memiliki pengalaman luas di sepak bola Asia, Eropa, dan Afrika. Di bawah Riekerink, Dewa United menunjukkan performa impresif, finis di peringkat kelima pada 2023/2024 dan menjadi runner-up pada 2024/2025.

Namun, musim 2025/2026 menjadi tantangan tersendiri bagi Dewa United. Mereka kini terseok di peringkat ke-14 klasemen sementara Super League, hanya mengumpulkan 17 poin dari 5 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 8 kekalahan.

Perjuangan Peter de Roo Bersama Persis Solo

Peter de Roo menjadi pelatih Persis Solo untuk musim 2025/2026. Pelatih berusia 55 tahun ini tidak asing dengan sepak bola Asia, pernah menjabat direktur teknik Timnas Malaysia dan melatih klub Singapura, Balestier Khalsa.

Sayangnya, performa Persis Solo di bawah asuhan De Roo belum maksimal. Laskar Sambernyawa kini berada di posisi juru kunci Super League 2025/2026, dengan hanya mengumpulkan 7 poin dari 1 kemenangan, 4 hasil imbang, dan 10 kekalahan. Tim redaksi Mureks melihat bahwa adaptasi dengan dinamika Super League menjadi tantangan besar bagi para pelatih baru, termasuk De Roo.

Keempat pelatih Belanda ini membawa warna tersendiri di Super League 2025/2026. Meskipun sebagian besar baru menjalani musim perdana, mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dan meningkatkan kualitas kompetisi sepak bola Indonesia.

Mureks