Pertandingan Sengit di Sriwedari
Kendal Tornado FC berhasil meraih kemenangan penting 2-1 atas PSS Sleman dalam lanjutan Liga Championship di Stadion Sriwedari Solo, Senin (5/1) malam. Laga yang berlangsung panas ini diwarnai kartu merah untuk PSS Sleman dan keputusan VAR yang krusial.
Babak Pertama: Penalti dan Kartu Merah
Sejak peluit awal, kedua tim langsung menampilkan permainan menyerang. Baik Laskar Badai Pantura maupun Super Elang Jawa silih berganti melancarkan serangan, namun pertahanan kokoh masing-masing tim membuat peluang sulit tercipta. Pada menit ke-14, tendangan Felipe dari Kendal Tornado FC masih belum menemui sasaran.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
PSS Sleman juga tak tinggal diam. Sebuah pelanggaran yang dilakukan Ryan Aprianto pada menit ke-17 sempat berpotensi kartu merah, namun setelah meninjau VAR, wasit hanya memberikan kartu kuning.
Titik balik terjadi pada menit ke-31. Kemelut di kotak penalti PSS Sleman berujung pada pelanggaran gelandang Kanu Helmiawan terhadap Patrick Cruz. Setelah wasit kembali mengecek VAR, titik putih ditunjuk. Patrick Cruz sukses mengeksekusi penalti, membawa Kendal Tornado FC unggul 1-0.
Menjelang akhir babak pertama, PSS Sleman harus bermain dengan 10 pemain. Benturan keras antara Ryan Aprianto dan Ferrel Arda pada menit ke-45 membuat Ferrel Arda diganjar kartu kuning kedua, yang berarti kartu merah. PSS Sleman pun harus berjuang keras dengan kekurangan pemain.
Babak Kedua: Drama Gol dan VAR
Memasuki babak kedua, Kendal Tornado FC mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Pada menit ke-48, tendangan bebas Juan Morales melambung di atas mistar gawang PSS Sleman yang dijaga Ega Rizky.
PSS Sleman, meski bermain dengan 10 orang, tidak menyerah. Melalui skema serangan yang dibangun rapi, Gustavo Tocantins berhasil membobol gawang Kendal Tornado FC yang dikawal kiper Try Hamdani Goentara pada menit ke-56, mengubah skor menjadi 1-1.
Namun, keunggulan PSS Sleman tidak bertahan lama. Empat menit berselang, tepatnya pada menit ke-60, Juan Morales kembali menjadi momok bagi Elang Jawa. Serangan balik cepat Kendal Tornado FC berhasil dikonversi menjadi gol oleh Juan Morales, membawa tim asuhan Pelatih Stefan Keeltjes kembali unggul 2-1.
Drama belum berakhir. Pada menit ke-80, PSS Sleman kembali mencetak gol melalui Gustavo Tocantins. Namun, gol tersebut dianulir setelah wasit meninjau VAR. Mureks mencatat bahwa tayangan ulang menunjukkan Riko Simanjuntak melakukan handball sebelum gol terjadi.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk keunggulan Kendal Tornado FC tidak berubah. Kemenangan ini menambah koleksi poin Kendal Tornado FC menjadi 26 dari 24 pertandingan (8 menang, 2 seri, 4 kalah). Sementara itu, PSS Sleman tetap di posisi kedua dengan 30 poin dari 14 pertandingan (9 menang, 3 seri, 2 kalah), di bawah Barito Putra.






