Jalan RE Martadinata, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, terendam banjir rob pada Jumat pagi, 2 Januari 2026. Genangan air setinggi 5 hingga 15 sentimeter ini terjadi tepat di depan Jakarta International Stadium (JIS) dan mulai merendam kawasan tersebut sejak pukul 08.00 WIB.
Kepala Satuan Tugas (Satgas) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wilayah Jakarta Utara, Vitus Dwi Indarto, menjelaskan bahwa banjir rob ini menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat. “Banjir rob merendam kawasan ini mulai dari pukul 08.00 WIB,” kata Vitus di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Menurut Vitus, pada pukul 08.00 WIB, tinggi muka air di Pasar Ikan mencapai 247 sentimeter, dengan status Siaga 2. Kondisi tersebut memaksa kendaraan melintas secara bergantian, menambah kepadatan di ruas jalan tersebut.
Genangan air masih terlihat di kawasan setempat hingga pukul 11.00 WIB dengan ketinggian sekitar 15 sentimeter. Namun, berkat penanganan cepat, air berhasil surut sepenuhnya pada pukul 13.15 WIB.
“Air berhasil surut pukul 13.15 WIB setelah dilakukan penanganan dengan mesin pompa,” tutur Vitus. Untuk mengatasi banjir, BPBD Jakarta Utara berkoordinasi dengan Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara. Tim gabungan mengerahkan dua unit pompa apung dan satu pompa mobile.
“Sudin SDA langsung melakukan penyedotan banjir,” ungkap Vitus, memastikan upaya penanganan berjalan efektif. Pantauan Mureks menunjukkan bahwa respons cepat dari petugas sangat membantu memulihkan kondisi lalu lintas.
Berbeda dengan Jalan RE Martadinata, kawasan Pluit, khususnya di Jalan Dermaga Ujung, Muara Angke, yang sering menjadi langganan banjir rob, kali ini tidak terdampak. Padahal, tinggi permukaan air di Pasar Ikan sempat mencapai 257 sentimeter antara pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, dengan status Siaga 1.
“Alhamdulillah, tidak ada wilayah yang terendam banjir rob, baik di RT 002, RT 005, maupun RT 010 RW 22 Kelurahan Pluit,” ucap Vitus bersyukur. Ia menjelaskan bahwa tidak terendamnya kawasan Pluit disebabkan oleh peninggian jalan akses utama di wilayah tersebut.
“Sejauh ini, akses warga normal, dan petugas meninjau di lokasi tersebut,” jelas Vitus, menegaskan bahwa langkah mitigasi di Pluit telah membuahkan hasil positif.






