STADION Mapei menjadi saksi bisu kebangkitan Jonathan David. Setelah sempat dihujani kritik tajam akibat kegagalan penalti di laga sebelumnya, striker internasional Kanada ini menjawab keraguan dengan performa gemilang. David menjadi bintang saat Juventus melumat Sassuolo 3-0 dalam lanjutan Serie A, Rabu (7/1) dini hari WIB.
Bukan hanya mencetak gol penutup yang dingin, David juga menjadi otak di balik gol kedua Bianconeri. Kemenangan ini krusial bagi pasukan Luciano Spalletti untuk menjaga asa dalam perburuan Scudetto, sekaligus menandai kembalinya ketajaman sang bomber yang sempat tumpul sejak Agustus tahun lalu.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Momen Penebusan di Reggio Emilia
Laga kontra Sassuolo bukanlah pertandingan yang mudah pada awalnya. Babak pertama berjalan alot hingga gol bunuh diri Tarik Muharemovic memecah kebuntuan. Namun, babak kedua menjadi panggung pertunjukan Jonathan David.
Pada menit ke-62, visi bermain David terlihat jelas saat ia melepaskan umpan terukur yang diselesaikan dengan manis oleh Fabio Miretti. Hanya berselang satu menit, David mencatatkan namanya sendiri di papan skor. Memanfaatkan kesalahan backpass dari lini belakang Sassuolo, ia dengan tenang mengecoh kiper Arijanet Muric sebelum menceploskan bola ke gawang kosong. Gol ini mengakhiri puasa golnya di liga dan menjadi sinyal bahaya bagi para rival Juventus.
Dari Ottawa ke Panggung Dunia
Perjalanan karier Jonathan David adalah kisah tentang ketekunan. Lahir di Brooklyn, New York, namun besar di Ottawa, Kanada, David menolak jalur konvensional MLS dan memilih merintis karier di Eropa sejak usia muda. Keputusannya bergabung dengan KAA Gent di Belgia menjadi batu loncatan, sebelum akhirnya meledak bersama LOSC Lille di Prancis.
Di Lille, ia menjadi legenda modern dengan membantu klub tersebut menjuarai Ligue 1 musim 2020/2021, mengalahkan dominasi PSG. Kepindahannya ke Juventus pada musim panas 2025 dengan status bebas transfer digadang-gadang sebagai salah satu rekrutan cerdas Si Nyonya Tua. Meski adaptasinya di Serie A tidak instan, talenta David sebagai penyerang serbabisa—yang mampu mencetak gol maupun membuka ruang—kini mulai terbayar lunas.
Statistik & Performa (Musim 2025/2026)
Berikut adalah ringkasan kontribusi Jonathan David bersama Juventus hingga Giornata ke-19 musim ini:
| Metrik | Detail Statistik |
|---|---|
| Klub | Juventus FC |
| Posisi | Striker / Second Striker |
| Total Penampilan | 18 (Serie A & Coppa Italia) |
| Gol | 2 (termasuk vs Sassuolo) |
| Assist | 3 |
| Akurasi Umpan | 82% |
| Status Transfer | Free Transfer (Juli 2025) |
Analisis Taktikal: Peran di Bawah Spalletti
Di bawah asuhan Luciano Spalletti, David tidak hanya dipasang sebagai Target Man klasik. Ia sering kali turun ke area trequartista untuk menjemput bola, membiarkan pemain sayap seperti Kenan Yildiz atau gelandang serang masuk ke kotak penalti. Golnya ke gawang Sassuolo membuktikan insting predatornya masih tajam, sementara assist-nya menunjukkan kecerdasan taktik yang tinggi.
Mureks mencatat bahwa kemenangan ini menempatkan Juventus tetap di empat besar, menempel ketat Inter Milan dan AS Roma di papan atas klasemen. Bagi Juventini, kembalinya senyuman Jonathan David adalah kabar terbaik untuk mengarungi paruh kedua musim yang berat.
“Dia (David) memiliki mentalitas baja. Setelah kegagalan penalti kemarin, dia bekerja dua kali lebih keras di latihan. Hari ini dia layak mendapatkan tepuk tangan,” ujar Spalletti pasca-laga.






