Tren

Jenderal Caine: “Operasi Ini Puncak Perencanaan Berbulan-bulan,” Ungkap Detail Misi Penangkapan Maduro

WASHINGTON – Amerika Serikat telah merencanakan dan melatih misi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro selama berbulan-bulan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine pada Sabtu (3/1) waktu setempat, sehari setelah operasi tersebut dilaporkan berhasil.

Jenderal Caine menjelaskan bahwa operasi tersebut, yang dikenal sebagai Operasi Absolute Resolve, dilaksanakan pada 2 Januari. “Operasi ini, yang dikenal sebagai Operasi Absolute Resolve, dilakukan secara diam-diam, tepat sasaran, dan dilaksanakan pada saat-saat paling gelap pada 2 Januari,” kata Caine dalam sebuah pengarahan. Ia menambahkan, “Ini merupakan puncak dari perencanaan dan latihan selama berbulan-bulan; sebuah operasi yang terus terang hanya dapat dilakukan oleh militer AS.”

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Sebelumnya pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela. Trump mengklaim Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan dibawa keluar negeri. Sejumlah media juga memberitakan adanya ledakan di Caracas dan mengklaim operasi tersebut dilakukan oleh anggota unit elite Delta Force.

Pengerahan 150 Pesawat Militer AS

Dalam pengarahannya, Jenderal Dan Caine juga mengungkapkan skala pengerahan militer AS dalam misi penangkapan Maduro. Lebih dari 150 pesawat AS dikerahkan dan lepas landas dari 20 lokasi berbeda di darat dan laut selama misi tersebut.

“Sepanjang malam, pesawat mulai lepas landas dari 20 pangkalan berbeda di darat dan laut di seluruh belahan bumi bagian barat,” jelas Caine kepada wartawan. Tim redaksi Mureks mencatat bahwa pengerahan ini menunjukkan kompleksitas dan besarnya operasi yang dilakukan.

Secara total, Caine merinci, “lebih dari 150 pesawat, termasuk pesawat pengebom, pesawat tempur, pesawat intelijen, pesawat pengintai, pesawat pengawasan, dan helikopter, berada di wilayah udara.” Ia juga menyebutkan bahwa anggota kru termuda berusia 20 tahun dan anggota kru tertua berusia 49 tahun, menunjukkan jangkauan usia personel yang terlibat.

Caine juga tidak menampik kemungkinan bahwa pasukan AS akan ditugaskan untuk melakukan misi serupa di masa mendatang.

Mureks