PSSI secara resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala tim nasional senior Indonesia, menggantikan Patrick Kluivert yang dipecat setelah kegagalan di kualifikasi Piala Dunia 2026. Penunjukan juru taktik asal Inggris berusia 50 tahun ini membawa harapan baru, mengingat rekam jejaknya yang impresif dalam membangun fondasi tim dan meraih prestasi di berbagai level.
Membangun Fondasi di Selandia Baru
Perjalanan Herdman dalam dunia sepak bola dimulai di Selandia Baru pada periode 2001 hingga 2011. Di sana, ia menjabat sebagai Regional and National Football Development Director. Selama masa jabatannya, Herdman merancang sistem pembinaan pemain nasional yang komprehensif, termasuk program Whole of Football Plan 2010, pengembangan kurikulum kepelatihan pada 2008, serta sistem pengembangan talenta terpadu pada 2009.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Pada 2006, Herdman dipercaya memimpin Timnas Putri Selandia Baru. Di bawah arahannya, tim tersebut mencatatkan sejarah dengan partisipasi di Olimpiade Beijing 2008 dan Piala Dunia 2011. Prestasi lainnya termasuk gelar juara Oseania 2010 serta kemenangan pertama atas tim-tim dari Eropa dan Amerika Selatan, menunjukkan kapasitasnya dalam mengangkat performa tim.
Mengukir Sejarah Bersama Kanada
Kesuksesan Herdman berlanjut saat ia mengambil alih Timnas Putri Kanada pada 2011. Di bawah kepemimpinannya, Kanada menjelma menjadi kekuatan papan atas di turnamen internasional. Mureks mencatat bahwa deretan prestasi yang diraih antara lain medali emas Pan American Games 2011, medali perunggu Olimpiade 2012 dan 2016, serta pencapaian peringkat FIFA tertinggi di posisi keempat dunia. Pada 2016, tim ini juga mencatat rekor kemenangan dan gol terbanyak dalam satu musim.
Pada 2018, Herdman menerima tantangan baru dengan menangani Timnas Putra Kanada. Keputusannya ini menandai babak bersejarah bagi sepak bola negara tersebut. Ia berhasil membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, partisipasi pertama mereka sejak 1986. Tim ini juga mencatat rekor 17 laga tak terkalahkan di kualifikasi, mencapai peringkat 34 dunia, dan mencetak gol pertama mereka di panggung Piala Dunia. Selain itu, Kanada memuncaki daftar tim dengan jumlah gol internasional terbanyak pada 2021.
Transformasi di Level Klub: Toronto FC
Perjalanan John Herdman kemudian berlanjut ke level klub ketika ia bergabung dengan Toronto FC pada 2023. Saat itu, klub berada di dasar klasemen, menghadapi periode sulit. Namun, dalam satu musim, performa tim meningkat secara signifikan. Poin tim naik 68 persen, jumlah kemenangan meningkat 175 persen, dan tim mencatat delapan clean sheet, jumlah terbanyak sejak 2019.
Toronto FC juga berhasil lolos fase grup Leagues Cup untuk pertama kalinya, mencapai final Canadian Championship, serta mencatat rasio poin per laga terbaik sejak era Greg Vanney. Dengan rasio kemenangan 36,95 persen, Herdman kembali menempatkan Toronto FC di jalur kompetitif setelah periode sulit yang panjang.
Arsitek Budaya Tim
Di balik catatan statistik yang mengesankan, pendekatan John Herdman menunjukkan dimensi yang lebih dalam. Ia dikenal karena kemampuannya membangun budaya kerja tim yang kuat, menumbuhkan kepercayaan di antara para pemain, dan membentuk identitas permainan yang solid. Di setiap tim yang ia tangani, pola yang sama selalu muncul: struktur yang terbangun, pemain berkembang, dan tim melampaui ekspektasi.
Karena itulah, John Herdman tidak sekadar dikenal sebagai pelatih taktik, melainkan sosok arsitek budaya tim yang meninggalkan jejak panjang dalam perkembangan sepak bola modern. Menurut Mureks, kemampuannya dalam mentransformasi tim dari berbagai level menjadi aset berharga bagi Timnas Indonesia.






