Olahraga

Indro: “Tekanan kepada Pelatih Timnas di sini Berlipat Ganda”

Terpilihnya John Herdman sebagai pelatih kepala Tim Nasional Indonesia memicu beragam respons, termasuk dari Paguyuban Suporter Tim Nasional Indonesia (PSTI). Meskipun mengapresiasi rekam jejak Herdman yang sukses membawa timnas Kanada ke Piala Dunia, PSTI mengingatkan bahwa realitas sepak bola di Indonesia memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks dan berbeda.

Ketua Umum PSTI, Ignatius Indro, menegaskan adanya perbedaan budaya sepak bola yang sangat mendasar antara kedua negara. Di Kanada, sepak bola bukan olahraga favorit utama, sementara di Indonesia, sepak bola adalah olahraga rakyat yang digemari oleh sekitar 60% hingga 70% populasi.

Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

“John Herdman memang punya pengalaman membawa Kanada ke Piala Dunia. Tapi harus dipahami, ada perbedaan budaya sepak bola yang sangat mendasar antara Kanada dan Indonesia,” ujar Indro dalam keterangan resminya. Tingginya minat masyarakat ini, lanjut Indro, menciptakan tekanan publik dan ekspektasi suporter yang sangat besar, dinamika yang tidak akan ditemukan Herdman di Amerika Utara.

“Di Indonesia, sepak bola bukan sekadar olahraga, tapi sudah menjadi identitas, emosi, dan bahkan urusan harga diri bangsa. Tekanan kepada pelatih Timnas di sini berlipat ganda,” tegasnya.

Tantangan Struktural dan Ekosistem Sepak Bola Nasional

Selain faktor non-teknis, PSTI juga menyoroti masalah kronis di internal sepak bola nasional. Indro mengingatkan Herdman bahwa ia akan bekerja di bawah naungan PSSI, federasi yang dinilai masih sarat kepentingan politis dan belum memiliki peta jalan (roadmap) yang jelas. Menurut Mureks, kondisi kompetisi liga domestik yang belum sepenuhnya profesional dan pembinaan usia muda yang tidak konsisten turut menjadi perhatian serius.

Indro menambahkan, kualitas ekosistem akan sangat menentukan kinerja pelatih di lapangan. “Bagaimana mungkin pelatih bisa bekerja maksimal jika ekosistemnya tidak sehat? Liga belum sepenuhnya profesional, pembinaan usia muda tidak berjalan konsisten, dan arah besar sepak bola nasional tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada publik,” kata Indro.

Standar Keberhasilan dan Batas Kesabaran Suporter

PSTI menegaskan bahwa publik tidak akan puas hanya dengan janji proses. Mereka menuntut hasil objektif sebagai ukuran keberhasilan pelatih asal Inggris tersebut. Indro menetapkan dua target utama yang dianggap sebagai standar wajar bagi tim dengan basis suporter sebesar Indonesia.

“Pembuktian nyata John Herdman adalah apakah mampu membawa Timnas Indonesia menjuarai Piala AFF 2026, atau minimal berbicara banyak dan kompetitif di Piala Asia 2027. Itu standar yang wajar bagi negara dengan basis suporter sebesar Indonesia,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, Indro memperingatkan bahwa kesabaran suporter memiliki batas. Jika target tersebut meleset, gelombang kritik dan desakan mundur dipastikan akan kembali muncul. “Jangan salahkan publik dan suporter bila desakan mundur kembali berkumandang. Sepak bola Indonesia sudah terlalu lama berjalan tanpa arah dan tanpa prestasi. Kini saatnya pembuktian, bukan lagi janji,” pungkas Indro.

Mureks