Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi sorotan media Korea Selatan setelah menunjukkan performa gemilang bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di ajang Proliga 2026. Penampilan impresifnya memicu kembali perbincangan mengenai kualitasnya yang telah teruji di Liga Voli Korea.
Dalam laga pembuka Proliga 2026 yang berlangsung di GOR Ahmad Yani, Pontianak, pada Jumat (9/1), JPE berhasil meraih kemenangan dramatis atas Jakarta Electric PLN. Tim asuhan Megawati itu unggul dengan skor akhir 3-2 (20-25, 22-25, 25-22, 25-17, 15-9).
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Pada pertandingan tersebut, Megawati berhasil menyumbangkan 20 poin bagi JPE. Sementara itu, rekan setimnya, Yana Schherban, menjadi pencetak poin terbanyak untuk JPE dengan 23 poin. Di sisi lawan, outside hitter Jakarta Electric PLN, Neriman Ozsoy, tampil sebagai top skor pertandingan dengan raihan 28 poin.
Julukan “Megatron” yang melekat pada Megawati masih menjadi perhatian di Negeri Ginseng. Hal ini tak lepas dari performa pemain asing Asia Red Sparks saat ini, Jamiyanpurev Enkhsoyol atau Inkushi, yang belum menunjukkan konsistensi mengesankan.
Meskipun posisi Megawati sebagai opposite dan Inkushi sebagai outside hitter berbeda, perbandingan antara keduanya tak dapat dihindari mengingat keduanya mengisi kuota pemain Asia. Catatan Mureks menunjukkan, selama dua musim (2023/2024 dan 2024/2025) bersama Red Sparks, Megawati memberikan dampak signifikan. Ia tak hanya menjadi ‘mesin’ pencetak poin, tetapi juga berhasil mengantar Red Sparks melaju ke babak playoff dua musim berturut-turut.
Laporan dari Yonhap pada Sabtu (10/1) menyebutkan bahwa penampilan Inkushi bersama Red Sparks sejauh ini menunjukkan progres, namun masih memerlukan konsistensi lebih. Situasi ini menjadi krusial mengingat Liga Voli Korea akan menerapkan sistem bebas transfer pada musim depan.
Dengan sistem baru tersebut, klub-klub tidak lagi terikat pada sistem draf untuk merekrut pemain Asia, melainkan dapat mencari pemain yang mereka inginkan secara langsung. Kualitas Megawati yang telah teruji bersama Red Sparks selama dua musim menjadikannya salah satu pemain yang akan menjadi perhatian utama untuk direkrut pada musim depan.
Ia bahkan telah membuktikan kualitasnya setara atau bahkan melebihi beberapa pemain asing di klub lain. Apabila Inkushi memutuskan untuk bertahan di Red Sparks musim depan, ia akan langsung bersaing dengan Megawati yang juga memiliki peluang untuk kembali memperkuat tim asal Daejeon tersebut. Saat ini, Inkushi dilaporkan sedang menjajaki opsi untuk mendapatkan kewarganegaraan Korea, baik sebagai pemain naturalisasi khusus maupun umum, demi terbebas dari persaingan kuota pemain Asia di Red Sparks.






