Hideo Kojima, sutradara game kenamaan, mengumumkan bahwa Kojima Productions kini tengah bersiap memasuki “Fase Ketiga” dalam perjalanannya. Tahun 2026 akan menjadi periode krusial bagi studio tersebut, di mana Kojima bertekad untuk memperkuat fondasi dan menjaga stabilitas operasionalnya.
Kojima Productions, yang kini genap berusia 10 tahun, didirikan setelah Hideo Kojima berpisah dari Konami, tak lama setelah perilisan Metal Gear Solid 5: The Phantom Pain. Sejak saat itu, studio ini telah mengukuhkan namanya melalui kesuksesan Death Stranding dan sekuelnya, serta kini tengah mempersiapkan diri untuk memperluas portofolio dengan dua proyek game mendatang: OD dan Physint.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Melalui unggahan di Twitter untuk merayakan tahun baru, Kojima menyatakan, “In 2026, we will move forward with the ‘Second Phase’ that leads into Kojima Productions’ ‘Third Phase’.” Ia menjelaskan perbedaan fokusnya tahun ini, “Unlike last year, like I was traveling all over the world, this year will be about staying grounded and laying solid foundations.” Mureks mencatat bahwa pernyataan ini menunjukkan komitmen Kojima untuk memperkuat struktur internal studio.
Pengembangan game horor OD akan terus berlanjut, sementara persiapan untuk game aksi spionase Physint juga akan dimatangkan. Kojima mengungkapkan bahwa persiapan Physint “includes casting actors, scanning, and performance capture shoots.” Ini menunjukkan pendekatan sinematik yang mendalam, ciri khas karya Kojima.
Selain proyek game, Kojima juga tengah mengerjakan film Death Stranding bersama A24, serta film animasi dan serial yang berbasis dari game tersebut. Ia juga memberi isyarat akan adanya “several ‘events'” yang akan diselenggarakan tahun ini, menambah antusiasme para penggemar.
Tak hanya perayaan satu dekade Kojima Productions, tahun 2026 juga menandai ulang tahun ke-40 Hideo Kojima di industri game. “Thank you, as always, for your continued support and supporting Kojima Productions,” tutup Kojima, mengapresiasi para penggemar setianya.





