Hideo Kojima, sosok di balik mahakarya seperti Metal Gear dan Death Stranding, kembali mencuri perhatian dengan pandangannya yang unik mengenai kreativitas. Ia menyatakan bahwa kemampuan menciptakan sesuatu bukanlah hal istimewa, melainkan bagian alami dari kehidupan sehari-hari, sama seperti aktivitas dasar manusia lainnya.
Kojima memiliki rekam jejak yang mengesankan dalam industri gim, dengan seri Metal Gear yang hampir seluruhnya dianggap mahakarya, serta kesuksesan Death Stranding dan sekuelnya. Ia juga terlibat dalam sejumlah gim klasik kultus seperti Snatcher dan Policenauts. Tidak berlebihan jika ia disebut salah satu sutradara gim paling kreatif, mengingat keunikan setiap karyanya. Namun, menurut Mureks, Kojima sendiri tidak menganggap kreativitas sebagai sesuatu yang luar biasa.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Kreativitas sebagai Bagian Tak Terpisahkan
Dalam sebuah wawancara dengan Wired, Kojima ditanya oleh penggemar, “Apa arti kreativitas bagi Anda, bukan sebagai kreator, tetapi sebagai pribadi? Dan dari sudut pandang Anda, apa esensi sejati kreativitas?” Menanggapi pertanyaan terakhir, Kojima secara spesifik menjawab, “Saya ingin seseorang memberi tahu saya itu.”
Ia kemudian menjelaskan pandangannya. “Bagi saya, menciptakan bukanlah hal yang istimewa. Itu hanyalah bagian dari kehidupan sehari-hari saya,” ujarnya. Kojima menyamakan kreativitas dengan “tidur, makan, berjalan, atau mandi” sebagai sesuatu yang dilakukan setiap hari. “Itu sudah terbangun dalam tubuh saya. Itu tidak unik bagi saya.”
Kojima melanjutkan, “Dari bangun tidur hingga tidur lagi, saya selalu berpikir. Ketika terinspirasi, saya langsung memvisualisasikan dan mengonseptualisasikan. Lalu saya pergi ke kantor dan mewujudkan ide-ide itu.” Ia berpendapat bahwa sebagian besar individu kreatif memiliki pola yang sama dengannya. Ia bahkan menegaskan, “Jika kreativitas diambil dari kehidupan sehari-hari saya, saya mungkin tidak akan bertahan hidup.”
Pernyataan ini menggarisbawahi betapa fundamentalnya kreativitas bagi eksistensi seorang Hideo Kojima, menjadikannya lebih dari sekadar profesi, melainkan sebuah kebutuhan esensial.





