Sutradara peraih Oscar, Guillermo del Toro, baru-baru ini mengungkapkan sebuah fakta menarik di balik produksi film terbarunya, Frankenstein. Ia membeberkan bahwa sineas kawakan James Cameron adalah sosok yang meyakinkannya untuk memangkas adegan berdurasi tujuh menit dari film tersebut.
Del Toro menjelaskan bahwa ia memiliki metode unik dalam mendapatkan masukan untuk film-filmnya. Alih-alih menggunakan test screening konvensional, ia memilih untuk menunjukkan karyanya kepada lingkaran pertemanan yang terdiri dari para pembuat film brilian. “Apa yang saya lakukan – karena kami tidak menguji film – saya menunjukkannya kepada 14, 16 teman paling brilian yang saya kenal, dan saya diberkati dengan persahabatan yang baik,” ujar del Toro kepada Variety di karpet merah Palm Springs International Film Festival, Selasa (06/01/2026).
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Lingkaran pertemanan yang dimaksud del Toro ini bukanlah sembarang orang. Ia menyebut nama-nama besar seperti “Alfonso Cuarón, Alejandro Iñárritu, Jim Cameron, Rian Johnson, Steven [Spielberg].” Menurut del Toro, para sahabatnya ini memiliki kesepakatan untuk memberikan kritik yang brutal dan jujur. “Jim [Cameron] datang dan dia berkata, ‘Lihat, ada bagian ini’ – yang tidak ada lagi di film – ‘Ini indah, tapi kamu harus menghapusnya. Dan itu sekitar tujuh menit… Ketika seseorang memberi saya catatan yang ada di lingkaran itu, saya melakukannya. Saya tidak berdebat’,” tutur del Toro, menegaskan betapa ia menghargai masukan dari rekan-rekan seprofesinya.
Film Frankenstein sendiri merupakan proyek impian del Toro yang telah ia coba wujudkan selama hampir dua dekade. Dalam film ini, Oscar Isaac berperan sebagai ilmuwan tituler, sementara Jacob Elordi memerankan Sang Makhluk. Elordi sebelumnya pernah menyatakan bahwa film ini “jelas menyoroti sisi personal di atas ilmiah.” Ia bahkan menambahkan, “Bagi saya, ini adalah biografi Guillermo.” Mureks mencatat bahwa pendekatan personal ini menjadi ciri khas karya-karya del Toro.
Sebagai informasi tambahan, James Cameron sendiri baru saja merilis epik fiksi ilmiah terbarunya, Avatar: Fire and Ash, bulan lalu. Film tersebut menampilkan klan Sully menghadapi ancaman baru dari Mangkwan yang dipimpin Varang, bersekutu dengan Kolonel Miles Quaritch.
Bagi para penggemar yang penasaran, film Frankenstein karya Guillermo del Toro sudah dapat disaksikan melalui layanan streaming Netflix.






