Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan sejumlah rencana besar untuk menyambut usia ibu kota yang akan mencapai lima abad pada tahun 2027. Salah satu agenda utama yang dibocorkan adalah rencana mengundang klub sepak bola kelas dunia, Hertha Berlin, untuk bertanding melawan tim Persija di Jakarta.
“Di tahun 2027 akan ada banyak kegiatan internasional yang akan diadakan di Jakarta. Salah satunya sebagai penggembar klub sepakbola, saya akan mengundang klub-klub sepakbola kelas dunia ke Jakarta untuk berkompetisi menghadapi Persija. Salah satu klub yang sudah bersedia hadir adalah Hertha Berlin,” ujar Pramono di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada malam pergantian tahun 2026, Rabu (31/12/2025).
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Pramono berharap lebih banyak klub sepak bola dunia bersedia datang ke ibu kota. Untuk itu, ia turut mengundang sejumlah duta besar negara asing, termasuk Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen. “Dalam kesempatan ini juga hadir dubes-dubes negara sahabat, termasuk Dubes Belanda karena kami akan undang klub (sepakbola) dari Belanda untuk hadir di Jakarta,” tambahnya.
Selain itu, Pramono juga menyatakan harapannya agar pembangunan Jakarta dapat meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi warganya, mengingat ketersediaan berbagai fasilitas, termasuk yang dapat diakses secara gratis.
Perayaan Tahun Baru 2026: Kembang Api dan Atraksi Drone
Meskipun Gubernur Pramono Anung sebelumnya menginginkan perayaan pergantian tahun tanpa kembang api, momen tersebut tetap diwarnai oleh nyala kembang api dan smoke bomb. Bahkan, kembang api mercon sudah dinyalakan sebelum hitung mundur memasuki tahun 2026.
“Dari Jakarta, kami kirimkan empati, doa dan harapan bagi mereka semua. Dengan semangat kebersamaan dan empati tersebut, Pemprov DKI Jakarta memilih untuk tidak menghadirkan kembang api dan petasan pada malam pergantian tahun ini,” kata Pramono saat memberikan sambutan di panggung hiburan Bundaran Hotel Indonesia.
Tak lama setelah pidato tersebut, kembang api mercon yang dinyalakan warga mulai menghiasi langit Jakarta. Mureks mencatat bahwa keputusan untuk meniadakan kembang api resmi diambil sebagai bentuk kepekaan dan penghormatan, agar pergantian tahun dimaknai dengan kesederhanaan, kepedulian, dan kebersamaan.
Sebagai pengganti pesta kembang api, warga Jakarta yang memadati Bundaran Hotel Indonesia disuguhkan atraksi drone yang memukau usai hitung mundur masuk ke tahun 2026. Ratusan drone membentuk berbagai ikon khas Jakarta, seperti Blok M Sentra ASEAN, Jakarta International Stadium (JIS), gedung-gedung tinggi, hingga MRT.
Warga antusias mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka, sementara band D’Massiv melantunkan lagu “Sudahi Perih Ini”. Atraksi pesawat tanpa awak ini menjadi agenda utama yang ditunggu-tunggu warga.
Penggalangan Donasi untuk Korban Banjir Sumatra Capai Rp3,1 Miliar
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga melakukan penggalangan dana untuk membantu penanganan banjir di Sumatra. Berdasarkan data sementara yang terkumpul hingga pukul 00.00 WIB Kamis (1/1/2026), total donasi telah mencapai Rp3,1 miliar.
“Alhamdulilah, saat saya sudah naik panggung ini, sudah terkumpul donasi sekitar Rp3,1 miliar. Secara khusus sebagai gubernur dan wakil gubernur Jakarta, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Jakarta atas partisipasi ini,” ungkap Pramono.
Ia menambahkan, nominal donasi tersebut dipastikan akan bertambah, mengingat 10 persen dari pendapatan Ancol juga akan disumbangkan untuk korban banjir di Sumatra. “Kalau 10 persen dari pendapatan Ancol, pasti nilainya signifikan,” ujarnya.
Penyaluran dana donasi ini akan menjadi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta bersama Baznas. Selain bantuan uang tunai, Jakarta juga menyumbangkan dua unit alat instalasi dan pemurnian air serta 10 tangki air. “Nanti, yang akan mengkoordinasikan adalah Pemprov DKI Jakarta dengan Baznas,” pungkasnya.






