MANCHESTER, Mureks – Sinyal bahaya menyala terang di Stadion Etihad. Manchester City harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang 1-1 oleh Brighton & Hove Albion pada pekan ke-21 Liga Primer Inggris, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB. Hasil ini memperpanjang tren tanpa kemenangan The Citizens menjadi tiga laga beruntun di liga, sekaligus menegaskan fase sulit dalam perburuan gelar juara.
Dengan koleksi 43 poin, tim asuhan Pep Guardiola kini tertinggal lima angka dari pemuncak klasemen, Arsenal. Selisih itu terancam melebar menjadi delapan poin jika The Gunners berhasil menaklukkan Liverpool pada laga krusial akhir pekan ini.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Gol ke-150 Haaland dan Dominasi Semu
Tuan rumah tampil agresif sejak peluit pertama dibunyikan. Tekanan beruntun akhirnya membuahkan penalti pada menit ke-38 setelah Diego Gomez melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Erling Haaland yang maju sebagai algojo mengeksekusi bola dengan sempurna untuk membawa City unggul 1-0. Gol ini sekaligus menandai gol ke-150 Haaland bersama Manchester City di semua kompetisi.
Meski mendominasi penguasaan bola, City gagal menambah keunggulan. Bernardo Silva dan Phil Foden beberapa kali mengancam gawang lawan, namun peluang-peluang emas tersebut terbuang percuma. Dominasi City tampak menjadi semu karena ketumpulan di sepertiga akhir lapangan membuat keunggulan tipis tersebut tidak bertahan lama.
Petaka akhirnya datang di awal babak kedua. Brighton meningkatkan intensitas serangan dan sukses memanfaatkan celah di lini belakang tuan rumah. Kaoru Mitoma yang menerima umpan matang Yasin Ayari, mengontrol bola dengan tenang sebelum melepaskan tembakan yang tak mampu dibendung Gianluigi Donnarumma. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Guardiola Mulai Pesimistis
Pelatih Pep Guardiola tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya atas ketidakefektifan lini depan timnya. Ia secara terbuka menyatakan pembicaraan soal gelar juara menjadi tidak realistis jika performa tim tidak segera membaik.
“Tentu saja, jika kami tidak memenangi pertandingan, kami tidak bisa memikirkan hal-hal seperti itu (gelar juara). Saya sangat menyukai cara kami bermain, tetapi kami tidak mencetak gol. Terlalu banyak peluang bersih yang terbuang,” kata pelatih asal Spanyol tersebut.
Pandit Sky Sports, Gary Neville, menilai hasil imbang ini sebagai “pukulan telak” yang bisa menjadi titik balik kegagalan City musim ini. Menurutnya, momentum kini berada di tangan pesaing mereka.
Manuver Darurat di Bursa Transfer
Di tengah kebuntuan hasil, manajemen City dikabarkan bergerak cepat di bursa transfer Januari untuk memboyong penyerang Bournemouth, Antoine Semenyo. Mureks mencatat bahwa City disebut siap menebus klausul rilis senilai £65 juta (sekitar Rp1,3 triliun) demi menyuntikkan daya gedor baru.
Meski demikian, Guardiola enggan memberikan konfirmasi resmi. “Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di bursa transfer,” ujar sang manajer singkat.
Bagi City, laga-laga ke depan bukan sekadar soal taktik, melainkan soal mentalitas untuk tetap bersaing di papan atas. Jika efektivitas penyelesaian akhir tidak segera diperbaiki, trofi Liga Inggris diprediksi akan semakin mendekat ke arah London Utara.
Susunan Pemain
| Manchester City | Brighton & Hove Albion |
|---|---|
| Gianluigi Donnarumma | Bart Verbruggen |
| Matheus Nunes | Maxime De Cuyper |
| Amdukodir Khusanov | Lewis Dunk |
| Max Alleyne | Jan Paul van Hecke |
| Nathan Ake | Jack Hinshelwood |
| Nico Gonzalez | Pascal Gross |
| Bernardo Silva | Yasin Ayari |
| Phil Foden | Kaoru Mitoma |
| Tijani Reijnders | Diego Gomez |
| Jeremy Doku | Ferdi Kadioglu |
| Erling Haaland | Georginio Rutter |






